Peristiwa

Banjir Surut, Warga Mulai Bersihkan Lumpur di Rumah

Warga sedang membersihkan air bercampur lumpur yang ada di dalam rumahnya. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga yang terdampak banjir di Dusun Mahtub Desa Ngasinan Kecamatan Jetis Ponorogo sudah membersihkan rumahnya dari kotoran bekas banjir. Ya, banjir yang menerjang sejak Senin (14/2) ini sudah mulai surut pada malam harinya. Meski ada beberapa rumah warga yang masih terendam, namun puluhan warga yang sebelumnya dievakuasi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Banjir yang merendam pemukiman itu berangsur surut. Hanya saja, saat jni masih menyisakan genangan air di sejumlah titik.

“Tadi malam, airnya mulai surut, warga yang sebelumnya dievakuasi juga sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata salah satu warga terdampak bernama Sumadi, Selasa (15/2/2022).

Sumadi menyebut bahwa banjir yang menggenangi Desa Ngasinan ini mulai surut, karena kondisi debut air sungai yang juga mulai menurun. Dia dan warga lainnya mengaku masih resah jika terjadi susulan. Sebab, tanggul sungai yang jebol belum diperbaiki.

“Banjir di lingkungan ini kan dikarenakan tanggul sungai yang jebol. Semoga tidak ada huja yang deras lagi, supaya tidak banjir lagi. Sebab, tanggul juga belum diperbaiki,” katanya.

Mulyono, warga lainnya menyebut bahwa dirinya dan keluarga saat ini sedang membersihkan lantai rumahnya. Setelah surut air bercampur lumpur masih memenuhi dalam rumahnya. Sejumlah perabotan rumah tangga pun juga masih nampak berserakan.

“Alhamdulillah air sudah surut sejak tadi malam. Saat ini ya mulai melakukan bersih-bersih lumpur yang dibawa air masuk ke rumah,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, guyuran hujan yang terjadi sejak hari Minggu (13/2) hingga malam, menyebabkan beberapa wilayah di Ponorogo diterjang banjir sejak Senin (14/2) dini hari. Bahkan ada sejumlah warga yang terisolir sejak Minggu malam, yakni di Dusun Mahtup Desa Ngasinan Kecamatan Jetis Ponorogo. Diperkirakan ada 150 warga terdampak, air memasuki rumah-rumah mereka.

“Beberapa hari ini ada fenomena aneh tentang cuacanya. Biasanya itu hujan deras sekali terus tidak ada. Nah, kemarin itu hujan derasnya dalam satu hari itu beberapa kali. Bahkan hujan deras masih terjadi hingga tengah malam,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Jamus Kunto.

Akibatnya warga yang terisolir sejak semalam tidak bisa memasak, karena dapur mereka tergenangi air. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi warga yang terisolir.

“Sudah berkoordinasi dengan Dinsos. Teman-teman Tagana sudah meluncur beserta logistik makanan untuk warga,” kata mantan kepala Dinas PUPR tersebut.

Jamus menyebut bahwa BPBD Ponorogo juga sudah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi terhadap beberapa orang. Terutama yang dievakuasi anak-anak dan orang lanjut usia (lansia). Tim evakuator akan menggunakan perahu untuk menjemput warga ke tempat yang aman.

“Kita kirim evakuator, untuk mengevakuasi anak-anak dan lansia ke tempat yang lebih aman. Jika memungkinkan ya di balai desa,” ungkapnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar