Peristiwa

Banjir Surut tapi 4 Penyakit Ini Datang Mengancam

Ponorogo (beritajatim.com) – Mengungsi, selain untuk mengamankan diri dari banjir yang menerjang rumah warga, juga untuk menghindarkan warga dari penyakit yang rawan menjangkiti usai banjir. Penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit, hingga leptospirosis.

Keempat penyakit bisa menjangkiti lantaran kondisi lingkungan yang tidak sehat usai banjir merendam permukiman.

”Empat penyakit itu yang paling diwaspadai di lingkungan terdampak banjir,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes dr Hermansyah, saat ditemui di pengungsian banjir gedung sasana praja, Jumat (8/3/2019).

Hermansyah mengungkapkan, satu-satunya cara adalah tinggal di lingkungan dengan air yang bersih. Air bersih, kata Hermansyah, sangat vital di saat terjadi banjir seperti sekarang ini. Nah, air bersih sulit ditemui di lingkungan terdampak banjir seperti sekarang ini.

Persoalannya, sebagian warga terdampak enggan untuk dievakuasi. Mereka memilih bertahan di rumah. Jadi mau tidak mau, supaya tidak terjangkit penyakit, masyarakat harusnya mengungsi.

”Kuncinya lingkungan yang higienis, dan mendapat air bersih,’’ katanya.

Sementara itu Kepala Dinkes drg Rahayu Kusdarini mengklaim persediaannya obat untuk para pengungsi memadai. Pihaknya sudah mendata kebutuhan obat-obatan untuk berbagai penyakit yang rawan menjangkiti pasca banjir.

Sejak banjir pertama kali melanda Rabu malam lalu (6/3/2019), Rahayu mengaku sudah menyiagakan personelnya. ”Sejak Rabu malam tim medis kami siaga di wilayah masing-masing,” katanya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar