Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Banjir Surut, Siswa SDN Watesprojo Mojokerto Belajar di Balai Desa

Balai Desa Watesprojo digunakan sebagai ruang kelas SDN Watesprojo. [Foto : dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski banjir yang merendam Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Selasa (15/3/2022) sudah mulai surut. Namun para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Watesprojo masih mengikuti proses belajar mengajar di Balai Desa Watesprojo.

Sebanyak 89 siswa tersebut dibagi dalam dua shift. Kelas 1, 2 dan 3 shift pertama atau pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.30 WIB, kelas 4, 5 dan 6 shift kedua yakni mulai pukul 10.00 WIB sampai 12.30 WIB. Ini lantaran, para guru harus membersihkan sekolah mereka karena imbas banjir.

Kepala SDN Watesprojo, Suwendah mengatakan, secara bergantian para guru SDN Watesprojo membersihkan sekolah mereka. “Para guru bersih-bersih. Jadi anak-anak tetap di sini (Balai Desa Watesprojo, red), kami bersih-bersih bersama paguyuban dan wali murid di sana (SDN Watesprojo, red),” katanya.

Masih kata Suwendah, di SDN Watesprojo sudah tidak lagi melakukan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan). Namun puluhan siswa mengikuti proses belajar mengajar dengan dibagi dua shift. Sehingga meski banjir maupun kondisi normal, puluhan siswa tersebut dibagi dalam dua shift.

Caption : Siswa SDN Watesprojo berangkat sekolah. [Foto : dok]
Air banjir masuk ke SDN Watesprojo sejak, Sabtu (12/3/2022) malam dengan ketinggian 30 cm. Banjir yang merendam SDN Watesprojo tahun ini merupakan banjir yang terparah karena ketinggian air hampir masuk ke dalam kelas. Sehingga proses belajar mengajar di pindah ke Balai Desa Watesprojo.

Jarak Balai Desa Watesprojo sendiri tidak jauh dari SDN Watesprojo, di sebelah utara Taman Kanak-kanak. Pihak sekolah berharap ada penanganan karena banjir yang terjadi karena meluapnya saluran air yang ada di belakang sekolah.

Air dengan mudah meluber ke sekolah lantaran pagar tembok belakang sekolah rusak karena tergerus air. Tak hanya merendam SDN Watesprojo, banjir juga merendam 17 rumah warga dan puluhan hektar area persawahan dengan tanaman singkong, jagung dan padi siap panen serta tanaman tebu umur 4 bulan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat membenarkan, jika banjir di dua desa tersebut sudah berangsur surut. “Sudah mulai surut mbak,” ucapnya singkat. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar