Peristiwa

Banjir Rendam Desa Tempuran Mojokerto, Ini Penyebabnya

Banjir merendam SDN Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang merendam dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yakni Dusun Bekucuk dan Tempuran terjadi sejak, Minggu (2/2/2020) lalu. Salah satu penyebabnya, tersumbatnya aliran di pintu air DAM Sipon, Sungai Brantas.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto,
Djoko Supangkat mengatakan, hasil pemetaan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, banjir di Desa Tempuran tak hanya disebabkan meluapnya avur Sungai Watudakon, namun juga tersumbatnya aliran air di pintu air DAM Sipon.

“Selain karena intensitas hujan cukup tinggi sehingga air Sungai Watudakon meluber, penyebab utama yang tidak kalah yakni tersumbatnya aliran air di DAM Sipon karena sampah ranting pohon. Sehingga BPBD dan relawan mitra BPBD melakukan pembersihan sampah di DAM Sipon,” ungkapnya, Kamis (6/2/2020).

DAM Sipon menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sehingga BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan rapat bersama BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menanggani masalah banjir tersebut. Selain berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, rapat juga menghadirkan Perum Jasa Tirta.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan anggota Marinir untuk berupaya membuka sumbatan di DAM Sipon. “Kemarin, kita usulkan meminta bantuan penyelam dari Marinir dan juga BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mengurai sumbatan di DAM Sipon, semoga bisa segera terealisasi dan teratasi,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar