Peristiwa

Banjir Rendam 266 Rumah di Mojokerto

Banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Di awal tahun, banjir kembali merendam ratusan rumah di wilayah Kabupaten Mojokerto. Akibat luapan Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon, sebanyak 266 rumah Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terendam banjir.

Selain merendam 266 rumah, air banjir juga merendam persawahan milik warga, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tempuran dan Balai Desa Tempuran. Air luapan Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon mulai merendam pemukiman warga sejak malam pergantian tahun baru 2021 yakni Jumat (1/1/2021) dini hari.

Pantauan di lokasi, air menggenangi rumah warga meski akses jalan utama tidak lagi tergenang lantaran jalan sudah dicor sekitar lima bulan lalu. Dengan ketinggian 40 cm dari permukaan tanah menyebabkan jalan cor lebih tinggi ketimbang permukiman warga. Air banjir masuk rumah warga dengan ketinggian bervariasi.

Kepala Desa (Kades) Tempuran, Slamet mengatakan, sekira pukul 02.00 WIB, air banjir mulai merendam pemukiman warga. Air banjir mulai tinggi pada, Minggu (3/1/2021) malam, ada 266 rumah warga di dua dusun tergenang air banjir dengan ketinggian antara 30 cm sampai 60 cm.

“Awal mulai meluap pukul 02.00 (Jumat pekan lalu), tapi itu belum meluas seperti ini. Masih sebagian rumah saja dan genangannya masih rendah tapi kini air semakin naik dan ini semakin naik. Desa Tempuran sudah menjadi langganan luapan air sungai sejak 6 tahun lalu,” ungkapnya, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, curah hujan sejak dua hari terakhir cukup mempengaruhi sehingga kedua sungai meluap dan berdampak ke pemukiman warga. Penyebab meluapnya air Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon, lanjut Kades, lantaran masih adanya tanggul sungai yang belum terselesaikan.

“Tak hanya itu, tumpukan sampah di bawah Jembatan Prabon pun menghambat aliran sungai. Tanggul yang belum selesai di cor itu panjangnya sekitar 1 KM ada di selatan Jembatan Bekucuk. Kami bersama warga tengah menggelar kerja bakti secara swadaya dengan mendatangkan alat berat dan dibantu BPBD Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini menjelaskan, dampak luapan kedua air sungai tersebut selain menggenangi ratusan warga juga menggenangi lebih kurang 10 hektare lebih areal persawahan milik warga.

“Hingga saat ini, luapan air masih belum surut dan mengalami peningkatan. Kamu bersama pemerintah desa setempat melakukan pengangkatan sampah. Tim TRC kami juga terus melakukan pemantauan dan asesmen yang juga sebagai bahan analisa kami serta mendirikan dapur umum,” tandanya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Kiat Menulis Artikel Kesehatan Populer

Resep Nasi Aladin Khas Timur Tengah

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk