Peristiwa

Banjir, Petani Gresik Panen Awal

Gresik (beritajatim.com)- Imbas banjir yang melanda wilayah Kabupaten Gresik, menyebabkan petani di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, terpaksa panen di awal. Hal ini dilakukan karena sawah di daerah tersebut terendam banjir.

Salah satu petani Maghrobi (45) menuturkan, dirinya terpaksa memanen lebih awal karena tanaman padinya rusak setelah diterjang banjir.

“Supaya gabah tidak membusuk karena terendam air. Maka kami panen lebih awal,” ujarnya, Selasa (19/03/2019).

Imbas panen awal ini lanjut dia, membuat kuliatas gabah menurun sehingga berdampak pada harga jual petani.

“Harga gabah anjlok dari semula Rp 41 ribu per kilo menjadi Rp 36 ribu per kilonya. Kondisi seperti ini sangat merugikan petani,” tuturnya.

Selain berkualitas buruk kata Maghrobi, proses panen di dalam air juga menyulitkan petani. Mereka harus menggunakan alat bantu terpal untuk mengangkut gabah.

“Biasanya satu hari bisa selesai, kini malah dua hari. Otomatis membengkak lagi, tambah gaji untuk pekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik Eko Anandito mengaku belum mendapatkan laporan terkait hal itu. Pihaknya bakal melakukan pemantauan langsung, melihat seberapa parah gagal panen yang dialami petani akibat banjir.

“Kami menyarankan agar petani menggunakan alat penggering. Alat tersebut sudah didistribusikan jauh hari ke sejumlah kelompok tani. Alat itu memang dirancang untuk pengeringan gabah dari air, supaya kualitasnya tetap terjaga,” tandasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar