Peristiwa

Banjir Masih Rendam Desa Tempuran Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga terdampak banjir di Dusun Bekucuk dan Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto masih harus berkutat dengan air banjir. Pasalnya hingga hari ke-tiga, air banjir masih merendam rumah dan fasilitas umum lainnya.

Salah satu warga, Suwono (65) mengatakan, jika ketinggian air banjir masih sama. “Kondisinya masih tetap tiga hari ini. Warga tidak bisa aktifitas karena air belum surut tapi justru ketinggiannya masih tetap seperti kemarin. Karena semalam masih turun hujan,” ungkapnya, Rabu (5/2/2020).

Masih kata warga Dusun Bekucuk ini, kondisi tersebut membuat warga resah karena mayoritas warga Desa Tempuran berprofesi sebagai petani. Sementara, air banjir juga menggenangi area persawahan milik warga yang saat ini ditanami tebu dan padi.

“Resah, tidak ada solusi lain jika DAM Sipon tidak diperbaiki. Sungai di sebelah desa ini kan masuk ke Sungai Brantas melalui DAM Sipon. Warga sebagai ada yang mengungsi ke rumah saudara tapi banyak juga yang bertahan. Saat ini, warga juga mulai tanam Padi jadi ya gagal karena terendam air banjir,” katanya.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto sudah mendirikan Dapur Umum (DU) di pintu masuk desa. Sekali masak, para relawan dan Tagana Kabupaten Mojokerto dibantu warga memasak sebanyak 1.500 nasi bungkus.

Sedangkan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tempuran diliburkan. Hanya siswa kelas VI yang masuk, namun proses belajar mengajar dilakukan di aula Tempat Pendidikan Al-Quran (TPQ) Masjid Al Hikmah desa setempat.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar