Peristiwa

Banjir Masih Rendam Desa Tempuran Mojokerto, Stok Logistik Menipis

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Mojokerto bersama relawan dan warga memasak untuk kebutuhan makan warga terdampak di Dapur Umum Desa Tempuran. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Stok logistik di Dapur Umum (DU) yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menipis. Padahal, setiap hari Tagana Kabupaten Mojokerto harus menyiapkan 3 ribu nasi bungkus.

Anggota Tagana Kabupaten Mojokerto, Ashari mengatakan, jika stok logistik di hari ketiga, Rabu (5/2/2020) kurang. “Ini pas, untuk masak pagi dan sudah dibagikan. Untuk nanti sore tidak ada,
seperti sayur dan juga lainnya, beras juga kurang. Hari ini, kita mau belanja untuk masak sore,” ungkapnya.

Setiap hari DU menyiapkan 1.500 nasi bungkus untuk satu kali masak. Sehingga untuk satu hari, DU menyiapkan 3 ribu nasi bungkus yang dibagikan kepada warga terdampak banjir di Desa Tempuran pagi dan sore hari. Dengan membawa perahu karet, nasi bungkus tersebut didistribusikan ke warga terdampak.

“Bantuan selama ini belum ada, kemarin ada bantuan dari pendamping PKH. Kalau untuk warga terdampak banjir ada 209 jiwa, air banjir merendam dua dusun yakni 75 rumah warga, 16 rumah warga Perum Griya Asri Sooko. DU belum dipastikan sampai karena sampai saat ini, air banjir belum surut,” katanya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar