Peristiwa

Banjir Makin Parah, Warga Manisrenggo Jombang Mengungsi

Syamsul Huda bersama keluarganya menurunkan barang-barangnya dari rakit pisang saat mengungsi, Jumat (5/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang semakin parah. Air terus meninggi hingga memasuki pemukiman warga. Praktis, mulai Jumat (5/2/2021) pagi, warga mulai mengungsi.

Warga mengangkuti barang-barangnya menggunakan perahu karet milik relawan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang. Selain pakaian yang dikemas dalam tas, sepeda motor juga dinaikkan dalam perahu untuk diselamatkan.

Mereka membawa barang-barang itu keluar dari desa. Selanjutnya, pergi mengungsi ke rumah saudara. Ada juga yang mengangkut barang-barang berharga menggunakan rakit batang pisang. Ketika rakit sudah penuh, didorong agar bergerak di atas air.

“Saya mau mengungsi ke Tambakberas. Karena mulai dini hari tadi, banjir sudah masuk rumah. Ketinggian air mancapai lutut orang dewasa,” kata Roikha (63), yang didampingi anak serta cucunya, usai turun dari perahu.

Roikha terpaksa mengungsi ke Tambakberas yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari rumahnya. “Ya, saudara saya yang paling dekat di Tambakberas, jadi mengungsi ke sana. Rumah di Manisrenggo saya kunci,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Syamsul Huda (47), warga lainnya. Syamsul turun dari rakit batang pisang bersama anaknya. Sejumlah barang juga ditaruh di atas rakit tersebut. Rakit batang pisang itulah yang membawa Syamsul bersama keluarga dari rumah menuju pinggiran desa.

“Nanti dijemput saudara. Saya juga mengungsi ke Tambakberas. Sejak dini hari tadi air masuk rumah. Kabarnya ada tanggul yang jebol lagi. Sehingga debit air semakin tinggi,” kata Syamsul sembari memanggul tas berisi pakaian.

Warga Dusun Manisrenggo mengangkut sepeda motor dari rumahnya ke tempat lebih aman, JUmat (5/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan sejumlah titik tanggul yang jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol sekitar jam tiga dini hari.

Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuke area persawahan.

“Kemudian di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebol di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi,” lanjut Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat mengecek kondisi tanggul Kamis kemarin. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar