Peristiwa

Banjir Kali Lamong Terus Meluas, Warga Enggan Mengungsi

Gresik (beritajatim.com) – Banjir meluapnya Kali Lamong terus meluas menggenangi kawasan pemukiman warga yang berada di empat kecamatan. Kecamatan tersebut di antaranya Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Kecamatan Menganti, Gresik.

Kendati terendam banjir, warga menolak mengungsi karena kuatir perabot rumah tangganya hanyut terseret air.

Banjir setinggi satu meter itu, sebagian besar menggenangi pemukiman warga yang berada di dekat bantaran Kali Lamong.

Sekretaris Desa (Sekdes) Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik, Slamet Rahman Heri menuturkan, untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi virus Covid-19, daerahnya yang menjadi langganan banjir berharap pasokan nasi bungkus dan pembagian masker.

“Sebagian besar warga di bantaran Kali Lamong menolak mengungsi. Namun, mendesak pemerintah secepatnya menormalisasi Kali Lamong agar banir segera teratasi,” tuturnya, Sabtu (11/04/2020).

Seperti diketahui, tingginya curah hujan dan kondisi laut yang sedang pasang. Diduga menjadi penyebab banjir tidak segera surut. Hingga meluas di sejumlah desa di aliran Kali Lamong.

Menanggapi hal ini, secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito mengatakan, penyebab banjir ini akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Gresik Selatan.

“Status Kali Lamong kami tingkatkan menjadi siaga merah. Kami berharap warga tetap waspada,” katanya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar