Peristiwa

Banjir Kali Lamong Mulai Surut, Ruas Jalan Masih Tergenang

Pengendara yang melintasi jalan tergenang air akibat meluapnya Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com)- Banjir akibat meluapnya Kali Lamong mulai surut. Kendati demikian, sejumlah ruas jalan baik itu jalan poros desa (JPD) maupun jalan lingkungan masih tergenang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, ada tiga kecamatan yang semula tergenang kini mulai surut. Tiga kecamatan itu antara lain Benjeng, Balongpanggang dan Cerme. Sementara Kecamatan Kedamean penyebab banjir bukan meluapnya Kali Lamong tapi intensitas hujan yang sangat tinggi.

Kepala BPBD Gresik, Tarso Soegito menuturkan, ada 20 desa yang semula tergenang banjir akibat meluapnya Kali Lamong tapi sekarang ini sudah surut. “Semua desa itu tersebar di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme. Meski surut namun ratusan areal persawahan masih tergenang banjir,” tuturnya, Minggu (14/3/2021).

Lebih lanjut Tarso mengatakan, meski sudah surut, namun dirinya tetap menyiagakan personel di lokasi yang menjadi titik rawan banjir. Petugas BPBD tetap standby mengingat intensitas curah hujan masih tinggi.

“Kami juga menyiagakan perahu karet untuk evakuasi di lokasi rawan banjir. Selain itu, melakukan monitoring Kali Lamong sewaktu-waktu meluap lagi,” katanya.

Adapun desa yang pernah terdampak banjir diantaranya, Sekarputih, Banjaragung, Pucung, Wotansari, Ngampel, serta Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang. Sedangkan 8 desa lainnya yang masuk Kecamatan Benjeng antara lain Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, Lundo, serta Desa Klampok. Kemudian di Kecamatan Cerme ada empat desa yakni Dungus, Sukoanyar, Dadapkuning, dan Desa Ngembung. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar