Peristiwa

Banjir Jombang, 6.882 Orang Masih Bertahan di Pengungsian

Banjir yang terjadi di Desa Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo, Jumat (5/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Meski ada sejumlah lokasi yang sudah surut, namun sebanyak 6.882 korban banjir di Jombang masih bertahan di pengungsian. Ribuan pengungsi ini tersebar di sejumlah titik. Semisal, di SDN Bandar Kedumgmulyo dan di sepanjang tanggul Sungai Brantas desa setempat.

Kepastian itu ditegaskan Camat Bandar Kedungmulyo Mahmudi. “Jumlah pengungsi yang masih bertahan 6.882 orang. Mereka tersebar di beberapa titik. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya. Karena ada sejumlah dusun yang airnya surut,” kata Mahmudi ketika dikonfirmasi di posko bencana di kantor kecamatan setempat, Senin (8/2/2021).

Mahmudi lalu menyebut sejumlah dusun yang sudah surut itu. Di antaranya, Dusun Kedungasem (Desa Bandar Kedungmulyo), Dusun Manisrenggo, Kandangan, serta Dusun/Desa Gondangmanis. Sedangkan belum sepenuhnya surut meliputi Dusun Kedunggabus, Kalipuro, serta Dusun/Desa Bandar Kedungmulyo. Ketinggian air antara 60 hingga 80 centimeter.

Sementara itu berdasarkan data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, Minggu (7/2/2021) malam, para pengungsi menyebar di tujuh titik. Diantaranya di Balai Desa Gondangmanis yang sebelumnya dihuni 528 pengungsi, kini hanya tersisa 75 orang. Itu karena banjir di Dusun Prayungan (Desa Gondangmanis) belum sepenuhnya surut.

Kemudian di Balai Desa Brangkal sebanyak 17 jiwa, sedangkan 50 orang mengungsi di rumah warga lainnya. Lalu di Desa Pucangsimo sebanyak 100 orang mengungsi di rumah Mudhori dan 50 orang di masjid baru.

Warga Bandar Kedungmulyo mendirikan tenda terpal di atas tanggul untuk mengungsi, Sabtu (6/2/2021)

“Terakhir di SDN Bandar kedungmulya 138 jiwa. Sedangkan di sepanjang tanggul Sungai Brantas Bandar Kedungmulya 923 jiwa. Mereka berasal dari 3 dusun, yani Kedungasem 325 jiwa, Dusun Bandar Kedungmulya 138 orang, serta Kedunggabus 460 jiwa,” kata Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Stevie Maria.

Seperti diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan beberapa titik tanggul jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol pada Kamis (4/2/2021) sekitar jam tiga dini hari.

Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuk area persawahan.

Juga di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebol di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi. Pada Sabtu (6/2/2021), banjir di Dusun Manisrenggo, Gondangmanis mulai surut.

Namun muncul lagi banjir baru di dua desa lainnya. Yakni Desa Pucangsimo dan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Banjir di Bandar Kedungmulyo ini cukup parah. Ketinggian air mencapai 2 meter. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar