Peristiwa

Banjir di Tengah Wabah Corona, 190 Rumah Terendam

Jombang (beritajatim.com) – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah untuk cocok untuk warga yang ada di Kecamatan Mojoagung, Jombang. Betapa tidak, saat wabah virus corona merebak, mereka juga diterjang bencana banjir.

Tiga dusun yang dterjang banjir itu masing-masing Kademangan, Pekunden dan Dusun Kebondalem. Ketinggian air bervariasi, mulai antara 50 hingga 150 centimeter. Banjir diawali dari hujan deras yang melanda Mojoagung dan sekitarnya, mulai Senin malam hingga Selasa (14/4/2020) dini hari.

Akibatnya, dua sungai yang melintasi kecamatan tersebut meluap. Yakni, Sungai Gunting dan Sungai Catakgayam. Debit air sungai meningkat tajam, hingga kemudian meluap ke perkampungan padat penduduk. Air bah masuk ke tiga dusun yang ada di Desa Kademangan.

“Sedikitnya ada 190 rumah tergenang dan 15 kepala keluarga (KK) mengungsi ke balai desa pagi tadi. Air sumgai mulai meluap pukul 02.30 WIB. Air bah menggenangi jalan dan masuk rumah,” kata Mistarim (550, salah satu warga ketika ditemuai di lokasi sembari mengatakan bahwa ini adalah banjir kedua selama 2020.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Kademangan, Irwan Susanto menambahkan, akibat banjir yang terjadi di desa Kademangan, sedikitnya ada 190 rumah terendam. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga ikut terdampak, yakni dua musala dan satu pusat kesehatan.

“Semakin siang, air mulai surut. Warga yang sebelumnya mengungsi di balai desa juga mulai kembali ke rumah,” ujar Irwan. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar