Peristiwa

Banjir di Tempuran Mulai Surut, Namun Hujan Masih Turun

Bantuan air bersih mulai didistribusikan ke warga terdampak bencana banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, ada penurunan ketinggian air di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun, Kamis (6/2/2020) sore, hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, ketinggian ketinggian genangan air menurun namun lambat. Dari 25 cm sampai 35 cm menjadi 20 cm sampai 30 cm. “Warga terdampak di Dusun Tempuran ada 57 rumah dengan jumlah 63 KK atau 209 jiwa,” ungkapnya.

Di Dusun Bekucuk, lanjut Zaini, warga terdampak banjir ada 410 rumah dengan jumlah 455 Kepala Keluarga (KK) atau 1.822 jiwa. Di hari kelima, dapur umum (DU) yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto masih menyiapkan nasi bungkus untuk korban banjir.

“Nasi bungkus yang disiapkan anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) dibantu sejumlah relawan untuk sarapan pagi sebanyak 1.250 bungkus nasi dan sore sebanyak 1.256 bungkus. BPBD Kabupaten Mojokerto Mengirim bantuan air untuk menyuplai mobil toilet yang standby di lokasi terdampak banjir luapan avur Sungai Watudakon,” katanya.

Sementara itu, lanjut Zaini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mojokerto juga mulai menyuplai bantuan air bersih untuk warga terdampak banjir. Rapat koordinasi lanjutan dengan instansi terkait juga dilakukan untuk mencari solusi pengurangan air yang menuju ke Sungai Watudakon maupun avour Balongkrai.

“Rapat koordinasi lanjutan diikuti BBWS, PJT, Dinas PUPR, Camat Sooko, Danramil Sooko, Polsek Sooko dan Kades Tempuran. Posko BPBD Kabupaten Mojokerto juga mengkoordinir bantuan yang diterima untuk korban banjir,” jelasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar