Peristiwa

Banjir di Jalan Nasional Jombang Meluas

Kemacetan di jalan nasional yang menghubungan Surabaya-Madiun akibat tergenang banjir di kawasan Desa Gondangmanis, Jumat (5/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Banjir yang menggenangi jalan nasional di Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, belum juga surut. Bahkan, banjir tersebut semakin meluas, Jumat (5/2/2021) sekitar pukul 08.15 WIB.

Tentu saja, lumpuhnya jalur yang menghubungkan Surabaya-Madiun ini memicu kemacetan panjang. Meluasnya genangan air tersebut disebabkan jebolnya tanggung Sungai Avoer di sebelah timur. Air dari sungai kemudian masuk ke sawah. Dari sawah lalu masuk ke jalan raya.

Jika sehari sebelumnya, jalan nasional yang tergenang air di sebelah barat jembatan Manisrenggo, pagi ini sudah meluber ke timur jembatan. Jalur tersebut sangat berbahaya jika dilintasi sepeda motor dan kendaraan kecil lainnya, karena arus air yang menggenangi jalan sangat kencang.

“Sekarang ini meluas ke jalan raya sebelah timur jembatan Manisrenggo. Kalau kemarin yang sebelah barat. Saya tetap lewat sini karena ini jalur satu-satunya yang paling dekat. Kalau lewat memutar terlalu jauh,” ujar sopir mobil tangki berisi air bersih.

Banjir yang menggenangi jalan nasional tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk menarik sumbangan. Mereka berdiri di tepi jalan sembari berteriak-teriak agar pengguna jalan melewati jalur alternatif.

“Lewat sini saja. Kalau terus sangat berbahaya. Karena banjirnya masih besar. Apalagi kalau sepeda motor, sangat bahaya,” kata warga sembari membawa kaleng untuk tempat uang sumbangan.

Air dari sawah mengalir ke jalan nasional di Desa Gondangmanis, Jumat (5/2/2021) pagi. [Foto/Yusuf Wibisono]
Abdul Kholiq (54), warga Dusun Manisrenggo mengungkapkan bahwa seja kemarin banjir semakin membesar. Selain menggenangi jalan raya, juga mulai masuk pemukiman warga. Ketinggian air semakin meningkat. “Mulai dini hari tadi, air sudah masuk rumah,” kata Kholiq.

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan sejumlah titik tanggul yang jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avoer di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol sekitar jam tiga dini hari.

Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuke area persawahan.

“Kemudian di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebol di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi,” lanjut Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat mengecek kondisi tanggul Kamis kemarin. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar