Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Banjir di Babat Lamongan Rutin Tiap Tahun, Lalu?

Banjir yang melanda kawasan Babat Lamongan, beberapa waktu yang lalu.

Lamongan (beritajatim.com) – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Lamongan berakibat pada terjadinya banjir di sejumlah titik. Sehingga, hal ini cukup menyedot perhatian bagi sejumlah pihak.

Diketahui, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Lamongan ini rutin terjadi tiap tahunnya. Meski sejumlah upaya diklaim telah dilakukan, hingga kini penanganannya pun tak kunjung memberikan angin segar bagi masalah tahunan ini.

Salah satu kawasan yang rutin disatroni banjir tiap tahunnya adalah kawasan Babat, tepatnya Desa Bedahan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Beberapa hari lalu, pemukiman warga dan akses jalan di kawasan ini tak luput dari genangan air.

“Jadi banjir yang terjadi di Desa kami (Bedahan) itu sebenarnya hal yang biasa tiap tahun,” ujar Kepala Desa Bedahan, Djuli Dariyanto kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Menyikapi hal itu, menurut Djuli, ada penanganan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap limpahan air yang masuk ke kawasan Babat.

“Harus kita terima, selagi pemerintah belum melaksanakan pembagian Drainase yang sampai saat ini muara air dari 8 Desa di Kecamatan Kedungpring masuk ke Kecamatan Babat. Insya allah, tanpa aku jelaskan, pihak pengairan itu ngerti 8 desa tersebut,” terangnya.

Banjir yang melanda kawasan Babat Lamongan, beberapa waktu yang lalu.

Selain sikap tanggap pemerintah dalam melakukan penanganan banjir, Djuli juga menyoroti, perlunya untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat sekitar agar tak lagi membuang sampah secara sembarangan ke Kali Konang.

“Kemarin-kemarin, kalau kita tanggap, Insya Allah banjir tak akan terjadi, terus kenapa kok begitu, ini sudah jelas bahwa kuncinya hanya ada dua. Pertama, Warga Babat terutama rumah-rumag di sepanjang Kali Konang wajib tidak gampang membuang sampah sembarangan,”

“Kedua, bagi pihak yang punya tanggung jawab pada pompa penyedotan, dalam hal ini adalah pengairan, agar punya greget serta tanggap juga cekatan dalam menyalakan pompa penyedot manakala air Kali Konang dalam kondisi penuh atau bak,” jelas Djuli.

Dengan upaya tersebut, Djuli berkata, akan lebih efektif dalam mengurangi debit air yang masuk. “Sudah terbukti, setelah kita mintakan bantuan mobil PUM ke Pak Bupati, dalam tempo 2 hari banjir di desa kami (Bedahan) terutama air yang menggenangi di jalan-jalan sekarang sudah surut,” tandasnya.

Banjir yang melanda kawasan Babat Lamongan, beberapa waktu yang lalu.

Hal senada juga diungkapkan Lurah Babat Moh Faris Hasbi yang wilayahnya turut terdampak banjir. Ia berkata, selain perlunya sentuhan penanganan, kesadaran masyarakat setempat membuang sampah pun perlu digalakkan.

“Sebenarnya kami mau fokus untuk perbaikan dan normalisasi saluran air dulu, karena menurut pengamatan kami, saluran air hampir di seluruh wilayah kelurahan Babat butuh sentuhan, karena kurang sadarnya masyarakat sekitar akan kebersihan saluran tersebut,” ucap Faris.

Bahkan, Faris menyampaikan, ada problem utama di Kali Konang yang perlu ditangani lebih lanjut.

“Cuma problem utama di Kali Konang yang mengalami pendangkalan, dan Kali Konang tersebut kapasitas dari teman-teman Dinas PU SDA, mas,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala UPT PSDA Babat, Taufik, tak kunjung memberikan tanggapan dan jawabannya saat dikonfirmasi wartawan mengenai banjir yang melanda kawasan Babat. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar