Peristiwa

Banjir Bojonegoro, Satu Bocah Meninggal Dunia Tenggelam di Waduk

Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, tren Sungai Bengawan Solo juga masuk siaga satu. Banjir yang terjadi di Bojonegoro menelan satu korban, bocah 14 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di waduk.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Yudi Hendro mengatakan, banjir bandang yang terjadi tersebut akibat hujan deras yang mengguyur wilayah lokal dengan intensitas tinggi.

Banjir bandang terjadi seperti di Kecamatan Sukosewu dan Kecamatan Kepohbaru. Air mulai menggenangi jalan umum dan sejumlah rumah mulai kemarin dinihari sekitar pukul 01.30 WIB. Di Kecamatan Sukosewu, empat rumah di tiga RT di Desa Jumput terdampak. “Sekarang sudah mulai surut, TRC masih melakukan assessment di lokasi,” ujarnya, Kamis (31/12/2020).

Selain di Kecamatan Sukosewu, akibat luapan air hujan itu juga menggenangi sejumlah tiga rumah di Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru. Air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 03.30 WIB.

Banjir juga memakan satu korban jiwa. Korban Faizal Dwi (15) pelajar asal Desa Ngeradin, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro tenggelam di waduk desa setempat sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, korban sedang bermain hujan-hujanan bersama empat temannya. Mereka kemudian menuju waduk yang ada di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan untuk berenang. Namun, korban tidak bisa berenang dan tenggelam.

Sejumlah temannya sempat menolong dan gagal. Setelah dicari warga, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Hasil otopsi tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban,” ujar Kapolsek Padangan AKP Mashadi. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar