Peristiwa

Banjir Belum Surut, Petambak dan Sawah 2 Desa di Tanggulangin Merugi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dampak banjir dua pekan tak kunjung surut di Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, petambak (petani tambak) di desa tersebut menjerit.

Akibat banjir itu, para petambak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Banyak ikan di tambak yang lepas akibat volume air melebihi ketinggian tangkis tempat budi daya.

Dikatakan, H. Suparto (68), warga RT 11 RW 03 Desa Banjarasri, akibat dampak banjir yang ada, mengakibatkan akses menuju lokasi tambak putus. Petani tambak banyak yang mengaku ikanya banyak yang lepas.

“Banyak ikan yang lepas terbawa arus air banjir,” katanya Selasa (18/2/2020).

Dia menyebutkan, ada sekitar 10 petani tambak di Desa Banjarasri yang kali panen udang dan bandenga, menghasilkan keuntungan Rp 50 juta.

Namun dampak dari banjir ini para petani mengaku banyak yang rugi akibat banyak ikan yang terlepas dari tambak. “Kerugian dari petani di sekitar tambak saya ada 10 orang. Itu kalau dikalikan sudah mencapai Rp 500 juta,” tambahnya merinci.

Lebih jauh Suparto menjeladkan, para petambak Desa Banjarasri, tahun ini siap memanen bandeng, udang vaname dan mujaer ada juga kolam lele. Namun akibat banjir proses panen terhambat.

“Ada sejumlah petani sawah seluas 116 hektar yang gagal panen, dan juga mengaku merugi karena sawahnya yang terendam banjir,” tandasnya.

Pengakuan sama juga diutarakan Sutoyo petani di Desa Kedungbanteng. Ia mengaku ikan yang sudah disebar di area tambak, banyak yang lepas kena banjir di dua desa tersebut.

“Kerugian yang ditanggung teman-teman petani tambak Desa Kedungbanteng juga cukup besar,” tandas dia. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar