Peristiwa

Banjir Bandang Sungai Jompo Jember, 15 Rumah Terendam Lumpur, 334 Warga Mengungsi

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 15 rumah terendam lumpur di RT03/ RW01, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang dan 334 orang warga mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat karena banjir bandang Sungai Jompo, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/2/2020) petang kemarin.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember menyebutkan tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun Siddiq, lelaki berusia 75 tahun dibawa ke Puskesmas Banjarsengon karena mengalami luka robek di bagian tangan kanan. Satu jembatan penghubung pabrik Perkebunan Kalijompo rusak berat hingga terputus dan plengsengan di Jalan Mawar terkikis selebar 10 meter dan setinggi lima meter.

David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember dan Ketua Badan Rescue Nasional Demokrat, meminta Pemkab Jember mewaspadai kemungkinan banjir bandang susulan di Sungai Jompo dan Bedadung. Dua sungai ini membelah kawasan kota Jember. “Apalagi curah hujan masih tinggi,” katanya, Minggu (2/2/2020).

David menyarankan segera dilakukan penghijauan di kaki Gunung Argopuro. Banjir bandang kemarin petang yang membawa material kayu dan lumpur menunjukkan gundulnya hutan.

Sungai Jompo atau Kalijompo melewati perkebunan Kalijompo di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. BPBD Jember melaporkan kenaikan debit air hingga150 centimeter dengan membawa material berupa lumpur, ranting dan pohon. “Diduga ini adalah efek dari kebakaran hutan di Gunung Argopuro beberapa bulan yang lalu,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Bencana BPBD Jember Heru Widagdo.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia juga mengirimkan personel untuk memantau keadaan. “Kami memdapatkan informasi di radio komunikasi bahwa ada laporan dari administratur perkebunan kalijompo sungai kalijompo naik cukup tinggi sekitar 2 meter dengan kualitas air keruh kehitaman,” kata Gufron, Humas PMI Jember. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar