Peristiwa

Banjir Bandang hanyutkan Jembatan, 75 Jiwa Terisolir

Bupati Ipong Muchlissoni meninjau lokasi hanyutnya jembatan. (foto:Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Intensitas hujan dengan tingkat tinggi pada Kamis sore (19/3/2020) kemarin mengguyur Desa Dayakan Kecamatan Badegan Ponorogo, menyebabkan banjir bandang. Banjir bandang yang secara tiba-tiba itu sambil membawa material batu dengan ukuran besar dan pepohonan yang disekitar sungai juga ikut hanyut. Bahkan satu unit jembatan yang ada di desa tersebut ikut hanyut.

“Tidak ada tanda-tanda awal, tau-tau air dari atas pegunungan turun dengan derasnya sambil membawa material bebatuan dan pohon,” kata Kepala Desa Dayakan Saroni, saat ditemui beritajatim.com, Jumat(20/3/2020).

Meski banjir itu tidak merusak rumah warga, namun ada 95 warga yang berada di lokasi sekitar sungai atau di Dusun Jurang Sempu diungsikan di tempat yang lebih aman. Sebab, jika ada banjir susulan dikhawatirkan akan terdampak. Karena tidak menutup kemungkinan berpotensi longsor sehingga membahayakan yang bermukir di sekitar sungai tersebut. “Setelah banjir terjadi, kami umumkan lewat Toa Masjid untuk warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Dengan hanyutnya jembatan desa itu, mengakibatkan akses jalan menuju lingkungan Ogal – Agil di Dusun Jurang Sempu Desa Dayakan terputus. Sehingga ada 26 KK atau sekitar 75 jiwa terisolir.

“Beruntung kejadiannya sore sekitar pukul 17. 00, sehingga warga sudah pulang dari kebun. Kalau terjadi agak siang mungkin bisa mengakibatkan korban jiwa. Sebab peristiwa sangat cepat, tiba-tiba air deras turun dari pegunungan,” katanya.

Sementara itu Bupati Ipong Muchlissoni yang pada Jumat (20/3/2020) siang mengecek tempat hanyutnya jembatan, bersyukur sebab bencana kemarin tidak mengakibatkan korban jiwa.

Kejadian alam yg sebenarnya alami karena curah hujan tinggi, bukit seperti ini wajar longsor. Tetap di luar dugaan. Datangnya tadi malam atau kemarin sore. Dia mengapresiasi kecepatan dan kesiapsiagaan desa dalam rangka mengantisipasi banjir bandang susulan, dengan memerintahkan warga untuk mengungsi di tempat yang aman.

“Sementara kan ini mengungsi di salah satu rumah warga. Ini saya minta warga pindah ke balai desa yang tempatnya lebih luas, sampai kondisi benar-benar aman,” kata Ipong.

Warga yang mengungsi akan terus disuplai makanan maupun minuman, selain itu disiagakan tenaga kesehatan untuk stanby memeriksa kesehatan pengungsi. “Kami akan juga suplai makanan dan minuman bagi warga yang terisolir di lingkungan Ogal-agil,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar