Peristiwa

Banjir Bandang di Krisik Blitar, Ratusan Warga Sempat Terisolir

Blitar (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Blitar menyebabkan banjir bandang menghantam wilayah Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Kamis (30/1/2020) petang lalu.

Material banjir berupa lumpur, batu dan kayu, diduga berasal dari lereng Gunung Kawi.

Akibat kejadian itu, tiga jembatan putus. Ratusan warga sempat terisolir. Luapan air bah sempat menjangkau pemukiman warga. Sedikitnya 240 jiwa yang ada di 2 RT, sempat terjebak luapan banjir bandang.

Kepala Desa Krisik, Heri Budi Setiawan mengatakan, warga terdampak banjir bandang sempat terisolir. Pasalnya, jembatan dikawasan desa setempat putus. Puluhan warga terpaksa harus memutar arah untuk menghindari terjangan banjir bandang.

“Ada satu rumah warga yang rusak parah. Termasuk kandang ternak. Sedang tiga jembatan rusak. Sehingga warga tidak bisa kemana-mana,” kata Heri Budi, Jumat (31/1/2020).

Kata Heri, banjir bandang terjadi akibay lahan dikawasan lereng gunung kawi sudah gundul. Gundulnya hutan akibat kebakaran pada musim kemarau tahun lalu.

“Air bah yang mengakibatkan banjir bandang berasal dari lereng gunung kawi. Hutanya gundul karena sempat mengalami kebakaran saat musim kemarau lalu,” paparnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga Jumat siang, tim gabungan BPBD, Kepolisian dan TNI AD melakukan kerja bhakti membersihkan sisa material bamjir bandang. Penanganan pasca banjir bandang juga difokuskan membuka akses jalan dan jembatan putus. Pasalnya, kawasan Krisik sejauh ini menjadi sentra peternakan sapi perah.

“Hari ini kita upayakan membuka jalur yang tertutup pasca banjir bandang. Kita bersihkan. Karena kawasan tersebut menjadi sentra sapi perah. Sehingga aktifitas warga bisa berjalan normal,” papar Lukman Rubai, Petugas BPBD Kabupaten Blitar. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar