Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Bangun Sinergitas, Plt Kalapas Lamongan Gelar Ngopi Bareng Wartawan

Plt. Kepala Lapas Lamongan, Mahrus, menggelar kegiatan Silaturahmi dan Ngopi Bareng Wartawan

Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka memperkuat jalinan komunikasi dan sinergitas antara pihak Lembaga Pemasyarakatan dan insan media di Lamongan, Plt. Kepala Lapas Lamongan, Mahrus, menggelar kegiatan Silaturahmi dan Ngopi Bareng, di Aula Lapas Kelas IIB Lamongan, Selasa (18/1/2022).

Melalui kegiatan ini, Mahrus yang baru saja melakukan Sertijab pada 31 Desember 2021 tersebut menyampaikan, jalinan komunikasi dan silaturahmi antara kedua belah pihak akan lebih terbangun kuat.

“Kami juga ingin agar rekan-rekan media di Lamongan dapat menjadi jembatan sosialisasi dan penyambung informasi untuk masyarakat umum tentang apa yang menjadi tujuan terselenggaranya layanan yang ada di Pemasyarakatan, khususnya di Lapas IIB Lamongan,” ujar Mahrus.

Selain itu, Mahrus juga berharap, agar insan media di Lamongan mensupport dan memberikan masukan kepada Lapas Lamongan agar program kerja Lapas ke depan bisa lebih baik, sehingga proses menuju WBK/WBBM pun bisa berlangsung maksimal.

“Hal-hal yang sifatnya progres, saya harap bantuan dari teman-teman media untuk ekspos kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, termasuk kegiatan informal maupun kaidah-kaidah yang bisa disinergikan dengan kegiatan jurnalistik. Sehingga dapat diperoleh berita yang aktual dan terpercaya,” terang pria asal Kendal tersebut.

Plt. Kepala Lapas Lamongan, Mahrus, menggelar kegiatan Silaturahmi dan Ngopi Bareng Wartawan

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, Muhajirin sangat menyambut positif atas adanya kegiatan Silaturahmi dan Ngopi Bareng ini, sehingga para wartawan bisa ikut berpartisipasi pada giat sharing session.

“Kami senang atas undangan yang diberikan oleh Bapak Kalapas Lamongan, sehingga kami juga bisa sharing terkait peran dan fungsi media dalam mengawal pembangunan serta kerja-kerja sosial kemasyarakatan di Lamongan, utamanya di Lapas,” tutur Muhajirin, yang mewakili para wartawan saat itu.

Lebih jauh Muhajirin menyampaikan, bahwa jurnalistik saat ini dihadapkan pada tantangan di mana terkadang publik lebih percaya dan menelan mentah-mentah adanya informasi yang beredar melalui media sosial, tanpa didukung data yang aktual dan terkonfirmasi.

Padahal, menurut Muhajirin, sayogyanya para jurnalis yang telah lulus sertifikasi wartawan harus menerapkan kaidah-kaidah dan dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik yang telah berlaku.

“Saat ini bukan lagi ‘Bad News is Good News’ akan tetapi ‘Good News is Good News’, yang menjadi warna tersendiri bagi para jurnalis,” imbuhnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar