Peristiwa

Bandel Berkerumun, Puluhan Orang Diangkut Truk Polisi

Puluhan warga dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pembinaan terkait social distancing. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto kembali melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah hukum Polres Mojokerto. Koprs baju cokelat ini membubarkan kerumunan massa yang bisa menjadi salah satu penyebab penyebaran virus yang menginfeksi sistem pernapasan.

Sejumlah cafe dan warung kopi (warkop) yang banyak berkerumun massa menjadi sasaran petugas. Kali ini, penindakan dilakukan di dua wilayah yaitu kecamatan Mojosari dan Kecamatan Sooko, Kamis (26/3/2020). Selain membubarkan kerumunan massa, sebanyak 76 orang dibawa ke Polres Mojokerto untuk diberikan pembinaan.

Sebelum dilakukan pembinaan, mereka menjalani tes pengukuran suhu tubuh, cuci tangan dengan benar dan melalui penyemprotan disinfektan di bilik disinfektan. Selain diberikan pembinaan, mereka diminta membuat pernyataan untuk tetap melakukan social distancing (jaga jarak).

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Dengan memberikan himbauan dan pembubaran masyarakat yang berkerumun. Terbukti masih banyak masyarakat yang nongkrong,” ungkapnya, Jumat (27/3/2020).

Dengan masih banyaknya masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dengan cara berkerumun, sehingga pihaknya harus mengambil langkah tegas. Yakni dengan upaya represif terhadap masyarakat yang berkerumun maupun pengusaha yang tidak mendukung kebijakan pemerintah tentang social distancing.

“Ini karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang akan bahaya virus corona, himbauan dan pembubaran telah kami lakukan dan itu tidak diindahkan. Ini yang membuat kami dari pihak Polres Mojokerto mengambil langkah represif kepada masyarakat yang tetap berkerumun, ini demi kebaikan masyarakat dan kita semua,” katanya.

Dari dua wilayah yang menjadi sasaran, lanjut Kapolres, ada sebanyak 76 orang yang dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pembinaan. Tujuh pemilik cafe, 39 pengunjung, Lina diantaranya perempuan. Karena tegas Kapolres, pihaknya sebelumnya sudah memberikan himbauan secara langsung maupun melalui media sosial (medsos), namun hasilnya belum maksimal.

“Sehingga kita lakukan penindakan dengan membawa mereka ke Polres Mojokerto untuk dilakukan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan untuk tetap melakukan social distancing. Semoga ini bisa menjadikan warga masyarakat lebih sadar dan tetap berada di rumah,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar