Peristiwa

Bambang Haryo Bagikan APD untuk Tenaga Medis di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepedulian Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Periode 2020-2025, Bambang Haryo Soekartono tak perlu diragukan lagi. Buktinya dalam penanganan wabah virus Corona (Covid-19) di Sidoarjo, politisi Partai Gerindra ini memberi bantuan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim tenaga medis dan ribuan masker.

Sebanyak 150 baju APD yang terbuat dari parasut waterproof dan reusable lengkap diserahkan ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Begitu juga dengan bantuan 2.000 masker medis serta 500 hand scoon juga diberikan ke Dinkes Pemkab Sidoarjo.

“Bantuan APD dan peralatan medis ini sebagai bentuk kepedulian kami (BHS dan tim) bersama Partai Gerindra Sidoarjo yang ikut andil turut serta melindungi tenaga medis yang sedang menangani pandemi virus Corona (Covid-19),” terang Bambang Haryo Soekartono, Senin (20/4/2020)

Bambang Haryo saat diwawancarai media, usai memberikan bantuan APD

Lebih jauh, Bacabup yang akrab dipanggil BHS ini menilai bantuan APD itu sangat penting. Hal ini lantaran rata-rata rumah sakit rujukan sangat minim memiliki APD. Padahal, APD itu sangat dibutuhkan para tenaga medis yang menangani seluruh pasien Covid-19, baik berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi (positif).

“Jadi APD ini sangat penting untuk tenaga medis. Inilah salah satu wujud nyata gerakan kami membantu pemerintah dalam melawan Covid-19 yang mewabah saat ini,” imbuh BHS didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Kayan dan Ketua DPD Golkar Sidoarjo, Warih Andono.

Karenanya, BHS mengajak kepada partai politik (parpol ) maupun Bacabup Sidoarjo lainnya, untuk bersama-sama beraksi memberantas dan melawan virus Corona. Harapannya, pemberian bantuan ini dapat menjadi tauladan (contoh) dan motivasi bagi semua Bacabup dan Parpol lain untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19 itu.

Sempat ada usulan untuk penyediaan kantong mayat ataupun lokasi pemakaman pasien covid-19. Menurutnya memang dibutuhkan, tetapi sebisa mungkin permasalahan kematian akibat covid-19 jangan sampai terjadi. “Kita mengharapkan semua pasien covid bisa sembuh.” tegasnya.

“Soal adanya usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu opsi terakhir. Ketika menerapkan PSBB, pemerintah daerah dan pusat harus hadir dalam menjamin ketercukupan logistik bagi masyarakat menengah ke bawah. Jika biaya hidup sekitar Rp 300.000 per KK dalam masa inkubasi (14 hari) maka ketersedian anggaran daerah bagi 400 ribu KK bila PSBB berlanjut diluar masa inkubasi awal akan menjadi cukup berat. Untuk mencukupi bisa dilakukan kerja sama perusahaan besar dengan CSR nya di Sidoarjo untuk ikut membantu agar kebutuhan biaya hidup di wilayah Sidoarjo tercukupi pada saat diberlakukannya PSBB. Tetapi saya mengharapkan semoga tidak sampai PSBB dan Covid-19 dapat diselesaikan lebih awal karena saat ini pun banyak pasien di Jawa Timur yang dapat disembuhkan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Kayan. Menurut Wakil Ketua DPRD Sidoarjo ini pihaknya mengajak partai lain memberi sumbangsih dalam mengatasi wabah virus Corona saat terjadi pandemi seperti sekarang ini. Pihaknya berharap kedepan dalam proses pembuatan masker maupun APD dapat melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sidoarjo agar dapat membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah di Sidoarjo.

“InsyaAllah kami akan melibatkan masyarakat khususnya para pelaku UMKM untuk turut serta memproduksi kebutuhan dalam penanganan Covid-19. Seperti bantuan yang diserahkan Partai Gerindra Sidoarjo dan Pak BHS saat ini,” pintahnya didampingi Sekretaris Gerindra Sidoarjo.

Sementara Ketua Posko Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, Ida Ernani mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan APD dan masker itu. Menurutnya APD ini sangat dibutuhkan untuk melindungi tenaga medis saat penanganan pasien Covid-19. Alasannya, jika tenaga medis sudah terpapar maka penyebarannya akan lebih cepat lantaran kerjanya melayanani.

“Kami upayakan dan rencanakan stok APD akan tercukupi sampai Juni 2020. Sekarang yang paling dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Maka dari itu organisasi masyarakat dan parpol harus turut serta mengajak masyarakat untuk mentaati SOP penanganan Covid-19. Misalnya mengajak konstituennya berprilaku bersih dan sehat serta menerapakan physical distancing,” tandas Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Pemkab Sidoarjo ini.[rea]





Apa Reaksi Anda?

Komentar