Peristiwa

Bambang DH Kobarkan Nasionalisme Generasi Milenial

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPR/MPR RI Bambang DH menggelar Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Acara digelar di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jumat (29/11/2019).

Acara yang diikuti lebih dari 160 peserta ini berlangsung sangat komunikatif dan penuh semangat. Pasalnya, mayoritas peserta merupakan siswa SMA/sederajat, mahasiswa dan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan.

Dalam paparannya, Bambang DH menjelaskan semua masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda harus mencintai NKRI.

“Kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa. Bukan untuk terpecah belah, tapi untuk bersatu membangun negeri. Ingat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi bagian dari pilar bangsa ini,” kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Dia juga mengajak generasi milenial untuk terus berkaya. “Jangan sampai berbagai kekayaan di Indonesia dikuasai oleh asing. Mari kita wujudkan keadilan, kemakmuran dengan mempertahankan kedaulatan dan persatuan negeri ini,” tegas mantan Walikota Surabaya ini.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI mempunyai tujuan di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR

Serta, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini, lanjut dia, diharapkan dapat menjadi umpan balik bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah bila dilakukan konsisten, ini adalah angkatan pertama. Kita semua bisa berguna untuk bangsa. Karena karakter yang teguh, berintegritas adalah modal dasar dari semua hal,” ujarnya.

Pemateri dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bambang Budiono menjelaskan, pertama kali Indonesia merdeka, bangsa ini dihadapkan dengan kemajemukan suku bangsa dan juga keragama budaya yang sangat banyak.

“Jadi, menjadi tugas bagi para pendiri bangsa untuk menyatukan keragaman dan kemajemukan suku bangsa dan budaya, salah satu dan utama adalah Pancasila,” ungkap Bambang Budiono.

Bambang juga mengkritisi kondisi Indonesia yang saat ini di berbagai sektor, terutama yang terkait perekonomian dan dikuasai asing.

“Ini menjadi ironi. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menjaga segala kekayaan indonesia demi kemakmuran rakyat sesiap pasal 33 UUD 45,” katanya.

Salah seorang peserta, Totok menjelaskan, tujuannya datang ikut sosialisasi juga ingin menambah wawasan tentang makna kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara.

“Ini adalah acara yang mendidik. Semoga acara ini lebih sering diadakan, agar semakin banyak anak negeri ini yang menyadari arti dan fungsi nasionalisme,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar