Peristiwa

Bali Sepi, Warga Banyuwangi Pilih Mudik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dua warga asal Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi ini nekat pulang dari perantauannya di Bali. Mereka beralasan karena di Pulau Dewata tempatnya bekerja sudah mulai sepi.

Meski demikian, kepulangannya di tengah pandemi ini tak luput dari pantauan petugas. Berharap dapat pulang aman ke kampung halaman, namun nyatanya mereka harus mampir dulu ke tempat karantina GOR Tawangalun.

Kondisi ini lantaran, peraturan pemerintah setempat yang memberlakukan pembatasan ini. Sejumlah warga asal kedatangan luar daerah wajib isolasi 14 hari. Tak terkecuali mereka yang datang dari Bali.

Seperti halnya keduanya, setelah lolos dari pengecekan di Pelabuhan Gilimanuk, mereka harus melalui screening KTP di Pelabuhan Ketapang. Setelah dilakukan pendataan SOP Banyuwangi mengharuskan mereka menuju ke ruang karantina terlebih dahulu.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah penularan virus corona di Banyuwangi. Desa sudah menyiapkan rumah singgah. Sedangkan Pemkab menyiapkan GOR,” kata Anas.

Pemkab Banyuwangi memang telah menetapkan aturan bahwa pemudik yang dari Bali wajib menuju GOR lebih dulu. Mereka ditawarkan untuk melakukan karantina di GOR, isolasi di rumah isolasi berbasis desa, atau isolasi mandiri.

“Jika ingin ke desa, mereka dijemput tim desa. Mereka harus menandatangani surat perjanjian kesediaan melakukan isolasi. Jika melanggar, satgas desa akan membawa mereka kembali ke GOR untuk diisolasi,” kata Anas.

Anas mengatakan, rata-rata pemudik tidak mau menjalani isolasi di GOR. Mereka lebih memilih menjalani isolasi di desa atau isolasi mandiri di kediamannya.

Dalam kesempatan itu, Anas sempat berdialog dengan pemudik dari Bali yang hendak pulang ke keluarganya di Gambiran, Kecamatan Gambiran. Mereka mengaku bekerja sebagai tukang di Ubud. “Pulang ke Banyuwangi dulu karena Bali sepi. Saya kerja bangun pagar vila di Ubud. Kerjaan sudah selesai dari pada di sana saya pilih pulang,” ujar Mufid, salah seorang pemudik.

Pemudik lainnya yang berada di GOR Tawang Alun, yakni Hadijah, warga Desa Tanaprejo, Kecamatan Muncar, mengaku senang ada fasilitas tersebut.

“Tidak keberatan begitu datang dari Bali langsung dibawa ke sini. Kami bisa beristirahat dulu, didata dan di cek kesehatan di GOR ini. Kami juga boleh pulang untuk isolasi di desa dengan perjanjian. Sehingga kami tidak dikucilkan masyarakat karena khawatir kami dikira membawa virus corona,” ujar Hadijah. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar