Peristiwa

Bagi-bagi Takjil, Sinergitas Polres Mojokerto Bersama Forkopimda dan Tokoh Agama

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander bersama Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati membagikan takjil di Pasar Kedung Maling Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama membagikan takjil dan masker di depan Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (21/4/2021). Bagi-bagi takjil dan masker ini sebagai bentuk sinergitas Polres Mojokerto bersama Forkopimda dan tokoh agama.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan pendeta. Tak hanya membagikan takjil dan masker, juga dibagikan nasi kotak untuk berbuka dan larangan mudik.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Polres Mojokerto bersama Forkopimda terkait serta tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kemitraan Umat Beragama Wilayah Kabupaten Mojokerto membagikan takjil dan makanan buka puasa dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka wujud Operasi a Polres Mojokerto yaitu Mesra. Mojokerto Sehat Tertib Ramadhan. Sengaja dari rekan-rekan FKUB hadir untuk menunjukkan keanekaragaman yang ada di wilayah Indonesia, kita bersama sama untuk turun memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Masih kata Kapolres, hal tersebut merupakan wujud kebersamaan toleransi antar umat beragama turun bersama-sama dengan Forkopimda. Kapolres berharap dengan kebersamaan dan keanekaragaman bisa saling menghargai dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Sore hari ini, semua hadir melambangkan Mojokerto baik, solid dan sinergi antara pemerintah, rekan-rekon Forum Kemitraan Umat Beragama untuk mewujudkan Mojokerto sehat, tertib Ramadhan. Kegiatan ini sudah yang ke 8 kali dan rutin kita lakukan bersama tokoh agama untuk menunjukkan wilayah Mojokerto baik, sinergi, guyub antar umat beragama dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” tuturnya.

Terkait mudik, Kapolres menambahkan, sudah disampaikan pemerintah adanya larangan mudik dengan batas akhir tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Pihaknya berharap warga masyarakat Kabupaten Mojokerto mematuhi aturan dan anjuran pemerintah untuk lebaran di rumah saja.

“Agar nantinya tidak memunculkan adanya kluster baru dan tidak meningkatkan kembali penyebaran Covid-19. Harapan kita dengan lebaran di rumah saja, tidak mudik, kita sayangi keluarga kita, kita cintai keluarga kita sehingga Mojokerto bersih dan keluar zona kuning menuju hijau dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.

Terkait titik penyekatan larangan mudik, Kapolres menegaskan, Kamis (22/4/2021) besok akan diadakan rapat koordinasi. Menurutnya, titik penyekatan larangan mudik tidak jauh dari tahun 2020 lalu dan pihaknya berharap Kamis sore sudah bisa ditentukan berapa titik penyekatan larangan mudik di wilayah hukum Polres Mojokerto. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar