Peristiwa

Bagaimana Nasib 7 Anak Almarhum Dosen FTP Universitas Jember Setelah Kecelakaan Maut di Palang Pintu?

Jember (beritajatim.com) – Meninggalnya dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Muhammad Askin (49) dan istrinya Inggar Nurcahyani (44) akibat ditabrak kereta api, menyisakan duka bagi tujuh anak mereka.

Tujuh anak itu mendadak yatim piatu. Mereka adalah Ibrahim, Fatimah, Ismail, Ishaq, Isa, Khadijah, dan Maryam. Anak tertua berusia 17 tahun dan termuda masih belum satu tahun.

Humas Yayasan Ibnu Katsir Agus Rohmawan mengatakan, pihaknya membentuk tim untuk tujuh anak Askin itu. Tim ini memastikan agar mereka tidak kekurangan pasca ditinggal pergi orang tua. Yayasan Ibnu Katsir adalah yayasan pondok pesantren Alquran di mana Askin menjadi bendahara di sana.

“Setahu saya sudah ada pengusaha yang siap membantu pendanaan pendidikan mereka. Sementara itu keluarga Pak Askin di Gresik dan Bu Inggar di Nganjuk juga tengah membahas masa depan anak-anak ini,” kata Agus.

Kecelakaan terjadi kemarin sekitar pukul 07.40 WIB. Saat itu Askin dan Inggar baru saja dari pondok penghapal Alquran Ibnu Katsir di Jalan Mangga. “Beliau bertemu dengan pengurus pondok lainnya,” kata Agus.

Dari Ibnu Katsir, Askin dan sang istri dengan bersepeda motor Vario putih menuju kawasan kampus. Mereka melintasi perlintasan KM 198+5 antara Stasiun Arjasa – Jember.

Dari arah utara, KA Tawang Alun relasi Banyuwangi – Malang melaju. “Entah karena kurang konsentrasi, Pak Askin tidak memyadari ada kereta api mendekat,” kata Agus. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar