Peristiwa

Awas, Jalan By Pass Mojokerto Rusak dan Penuh Lubang

Kondisi Jalan Raya Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang berlubang. [Foto : misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Para pengguna jalan khususnya di luar Mojokerto harus ekstra hati-hati saat melintas di Jalan By Pass Mojokerto. Jalan By Pass mulai dari Kenanten, Kecamatan Puri hingga Jalan Raya Trowulan, Kecamatan Trowulan rusak dan penuh lubang.

Lubang berdiameter sekitar 70 sampai 100 cm tersebar di Jalan By Pass Mojokerto arah Surabaya menuju Jombang dan sebaliknya. Jalan berlubang mulai ditemui mulai depan pos lalu lintas Kenanten, Kecamatan Puri hingga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Yang terparah, jalan dari arah Surabaya ke Jombang tepatnya di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Warga sekitar membuat peringatan berupa dahan pohon yang dipasang di tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di marka jalan.

Sehingga pengendara baik roda dua maupun roda empat harus memelankan laju kendaraannya dan memilih jalan yang tidak rusak. Karena lubang cukup dalam, sebagian pengendara motor tak dapat mengendalikan kemudinya hingga terseok-seok dan hampir bersenggolan dengan pengendara lain.

Alhasil, kemacetan panjang terjadi saat kondisi lalu lintas ramai. Yang paling parah saat malam hari, karena beberapa PJU di lokasi tersebut padam. Saat kondisi hujan, pengendara harus benar-benar ekstra hati-hati. Apalagi bagi warga luar Mojokerto yang tak mengetahui seluk beluk jalan tersebut.

Warga setempat, Harno (53) membenarkan, jika kondisi Jalan By Pass mulai Kenanten hingga Trowulan rusak parah. “Yang paling parah yang dari arah Surabaya ke Jombang, di Watesumpak. Warga membuatkan peringatan agar pengendara berhati-hati,” ungkapnya, Jumat (28/2/2020).

Masih kata warga yang setiap hari menyebrangkan masyarakat ini, di depan Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) beberapa waktu lalu ada penambalan. Namun tidak semua jalan berlubang ditambal, padahal lokasinya tidak jauh dari jalan yang ditambal.

“Di depan PPST itu, sudah ada penambalan tapi tidak semua ditambah. Sini ditambal, yang sana tidak jadi masih ada sisa. Kalau malam lampu padam, kasihan pengendara yang dari luar Mojokerto karena tidak tahu kondisi jalan sini,” katanya.

Menurutnya, karena jalan rusak dan penuh lubang tersebut mengakibatkan sering terjadi kecelakaan. Karena pengendara kurang hati-hati atau menghindari jalan berlubang sehingga bersenggolan dengan kendaraan lain dan akhirnya menyebabkan kecelakaan.

“Harapan warga ya segera diperbaiki, karena kasihan pengendara yang lewat. Apalagi yang tidak tahu kondisi jalan sini, bisa-bisa kecelakaan karena menghindari jalan rusak,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar