Peristiwa

Atasi Banjir Tempuran Mojokerto, Petugas Mulai Bersihkan Sungai

Petugas melakukan pembersihan sampah tanaman enceng gondok dan kangkung di DAN Sipon.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sampah menjadi penyebab banjir yang merendam dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sejak sepekan lalu. Petugas dari Perum Jasa Tirta (PJU) sejak, Rabu (6/1/2021) mulai membersihkan tanaman enceng gondok dan kangkung.

Ini menyusul alat berat sudah didatangkan di lokasi banjir. Ditambah, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto juga menurunkan alat berat long arm. Ada kurang lebih ada enam petugas melakukan pembersihan DAM Sipon.

Pintu air penyaringan sampah yang baru selesai dibangun pada 2020 lalu menghabiskan anggaran Rp10 milyar tersebut tersumbat tanaman enceng gondok. Petugas berusaha membersihkan tumpukan sampah yang didominasi oleh tanaman enceng gondong dan kangkung yang tersangkut di jembatan.

Dua orang petugas nampak berusaha melakukan pembersihan dengan mengikatkan tali secara manual pada tumpukan tanaman kangkung kemudian dari atas ditarik oleh alat berat. Pembersihan ini dilakukan untuk mengurangi volume air sungai agar cepat mengalir sehingga mampu mengurangi debit air yang masih menggenangi pemukiman warga.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, pembersihan saluran air dari tumpukan sampah dilakukan mempercepat penanganan banjir yang ada di Desa Tempuran. “Fokus utama penanganan banjir yaitu melakukan pembersihan secara bertahap,” ungkapnya, Kamis (7/1/2021).

Yakin di tiga titik saluran sungai yang dipenuhi sampah. Salah satunya di DAN Sipon yang ada di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Rencananya, dua titik saluran sungai lainnya yang berada Sungai Jombok dan Sungai Balong krai juga akan dibersihkan lantaran dari kedua sungai ini luberan ke pemukiman warga.

“Ini wilayahnya merupakan kewenangan BBWS, maka Dinas PUPR hanya sebatas melakukan perbantuan atau percepatan pembersihan sungai yang dipenuhi oleh tumpukan sampah, dan mulai kemarin alat berat sudah didatangkan ke lokasi. Petugas masih melakukan pembersihan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, banjir yang merendam Desa Tempuran sempat surut pada Rabu siang, namun karena terjadi hujan deras sehingga banjir kembali menyambangi pemukiman warga.

“Banjir sudah 7 hari, kemarin sudah surut total tapi pagi ini air kembali naik karena dampak hujan deras di hulu dan lokasi semalam. Akibatnya, air sungai kembali meluber ke pemukiman warga,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar