Peristiwa

Atap Teras Pendapa Jember Ambruk

Jember (beritajatim.com) – Atap teras Pendapa Wahyawibawahraha di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendadak ambruk, Senin (13/4/2020). Belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jember mengenai penyebab ambruknya atap teras rumah dinas bupati itu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Suprapto menolak berkomentar soal ambruknya atap tersebut. Dia belum mendapat laporan mengenai hal itu dari petugas Satpol PP yang berjaga di sana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Heru Widagdo juga tak berkomentar. Tidak ada hujan deras di seputar kota Jember sore tadi. Foto-foto ambruknya atap ini beredar di media sosial.

Yang jelas, ambruknya atap ini melengkapi daftar ambruknya bangunan milik pemerintah di Jember sepanjang lima bulan terakhir. Sebelumnya, pada 3 Desember 2019, atap kantor Kecamatan Jenggawah juga ambruk, bahkan saat tengah dikerjakan.

Lalu pada 14 Desember 2019, atap galvalum bangunan ruang kelas 5 SD Negeri Keting 2 di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, ambruk. Padahal ruang kelas itu baru saja direnovasi total.

Empat hari kemudian, bangunan SD Negeri Selodakon 3 di Dusun Tegalparon, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul ambruk. Berbeda dengan SDN Keting 2 yang merupakan bangunan baru, bangunan yang ambruk di SDN Selodakon 3 adalah bangunan lama.

Yang paling menggegerkan tentu saja ambruknya 10 rumah toko pusat belanja Jompo di Jalan Sultan Agung, 3 Maret 2020. Tak ada korban jiwa. Namun ambruknya ruko ini membuat jalan raya sempat ditutup selama satu bulan untuk perbaikan. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar