Peristiwa

Atap SD Ambruk di Pasuruan Diduga Rangka Galvalum Tidak Sesuai Spesifikasi

Atap SD Gentong Ambruk. FOTO: Kabarpas.com

Pasuruan (beritajatim.com– Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim telah mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait dengan ambruknya empat ruang kelas SDN Gentong.

Akibat ambruknya ruang kelas tersebut menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka-luka.

“Tim Labfor sudah turun ke lokasi dan mengumpulkan bukti penyebab ambruknya bangunan,” tandas Kombes Frans Barung Mangera.

Dugaan sementara kata Kombes frans Barung runtuhnya atap tersebut diduga akibat usuk (rangka) dari galvalum penahan genteng tidak kuat menahan beban karena tidak sesuai spesifikasinya.

Hal tersebut juga diungkapkan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno yang mengatakan kontruksi bangunan atap tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek).

“Kerangka galvalum (baja ringan) tidak sesuai dengan spesifikasinya,” ujar Agus kepada awak media, Selasa (5/11/2019).

Akibat peristiwa ambruknya rangka genteng sekolah tersebut berimbas terganggunya proses belajar mengajar. Pihak sekolah kemudian memutuskan seluruh siswa, selama satu hari esok diliburkan.

Hingga saat ini data korban yang meninggal sesuai data Polda Jatim ada 2 orang atas nama Isra Almira 8 tahun, asal Gentong dan Silvina Asri Wijaya (19 tahun), pengajar. Keduanya meninggal tertimpa bangunan karena bangunan ambruk.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar