Peristiwa

Atap PKL Monumen Trunojoyo Roboh Dihempas Angin

Sampang (beritajatim.com) – Diguyur hujan deras disertai dengan angin kencang, sejumlah atap milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di area momunen Trunojoyo, Sampang pun ambruk. Atap menjadi tidak bisa digunakan untuk berjualan.

“Tidak ada korban saat kejadian, hanya suara gemuruh angin yang merusak atap milik PKL,” kata Andi warga yang tinggal di area Munumen Trunojoyo, Sabtu (19/1/2019).

Kerugian dampak dari angin kencang tersebut diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Tetapi menurut salah satu PKL bukan masalah ambruknya atap, tetapi pedagang tidak bisa jualan lantaran sampai saat ini wilayah Sampang masih terjadi hujan.

“Dampak dari ambruknya atap lapak dagangan diterjang angin kencang tadi sore, malam ini kami tidak bisa jualan,” kata Juri PKL di Monumen Trunojoyo.

Sekedar diketahui, PKL yang berdagang di area Monumen Trunojoyo merupakan kawasan kuliner ter tua di wilayah kota Sampang. Rata-rata, PKL berdagang dari sore hingga tengah malam. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar