Peristiwa

26 Tahun Belum Tersentuh Rehab

Atap Gedung Sekolah di Ponorogo Roboh

Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak ada angin, tidak ada hujan, sebuah ruang gamelan di SMPN 2 Satu Atap Jambon pada Minggu (20/10/2019), tiba-tiba roboh. Penyebabnya diduga dari konstruksi kayu pada atap bangunan tersebut keropos. Karena kayu pada atap itu digerogoti rayap putih.

“Kejadiannya Minggu kemarin sekitar jam satu siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut,” kata Kasek SMPN 2 Satu Atap Jambon Achmad Junaidi saat ditemui beritajatim.com di sekolah, Senin (21/10/2019).

Rehab terakhir bangunan tersebut pada 2014, itupun yang direhab pada dinding bangunan. Sedangkan atapnya belum sama sekali, tersentuh rehab sejak dibangun 26 tahun lalu. Ruangan tersebut, kata Achmad sapaan Achmad Junaidi, selama ini tidak digunakan untuk ruangan kelas.

Melainkan digunakan untuk menyimpan alat-alat gamelan ekstrakurikuler karawitan. Kerugian karena rusaknya gamelan karawitan yang tertimpa reruntuhan, diperkirakan mencapai Rp 90 jutaan. Sedangkan untuk bangunannya, Achmad mengaku belum bisa menghitung. “Ruangan ini digunakan setiap Kamis oleh 17 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karawitan,” katanya.

Namun sejak lima bulan lalu, ruangan tersebut tidak digunakan untuk aktivitas siswa. Karena ada atap yang rusak, ada kayu yang doyong dan tidak lurus. Sejak ditemukan kerusakan tersebut, pihak sekolah langsung melaporkannya ke Dinas Pendidikan Ponorogo. Kemudian juga sudah dijanjikan untuk segera ada tindakan. “Ternyata sebelum ada tindakan, bangunannya sudah keburu roboh,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar