Peristiwa

Asyik Mancing di Kubangan Air, Bocah Asal Cerme Gresik Tenggelam

Foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Ini peringatan bagi orang tua yang memiliki anak dibawah umur saat musim hujan tiba. Jangan sampai seperti dialami oleh Adi Yusuf Maulana (8) bocah yang tinggal di Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik.

Adi yang saat itu asyik memancing di kubangan bekas galian C, malah tewas meninggal usai dirinya terpeleset lalu tenggelam akibat licinnya tanah di sekitar kubangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun. Bocah yang masih duduk dibangku kelas III SDN Betiting, Cerme itu ditemukan sudah tak bernyawa menjelang Maghrib, Sabtu (19/12/2020).

Sebelum kejadian, Adi nama panggilannya bersama kelima rekannya memancing di belakang sekolah SDN Betiting yang berada di kompleks Perumahan Cerme Indah, Gresik.

Sewaktu lagi asyik memancing, awalnya tidak tidak terjadi apa-apa. Adi bersama lima temannya saling bercanda riang. Namun, keenam bocah tersebut tidak menyadari di dekatnya ada kubangan galian C yang cukup dalam. Sewaktu-waktu bisa terpeleset karena hujan gerimis belum reda.

Tiba-tiba Adi terpeleset saat membetulkan kail pancingnya. Mengetahui Adi tenggelam karena terpeleset. Teman-temannya malah kabur ketakutan. Selanjutnya, memberitahukan kejadian ini kepada orang tuanya masing-masing di rumah.

“Adi tenggelam karena terpeleset,” ucap salah satu teman sebaya Adi.

Mengetahui ada anak tenggelam di kubangan galian C. Spontan warga langsung bergegas ke tempat lokasi. Kubangan sedalam 1,5 meter diubek-ubek selama satu jam lebih. Setelah dicari di sekitar kubangan Adi berhasil ditemukan tapi nyawanya sudah tak tertolong.

Camat Cerme Suyono menuturkan, memang benar ada kejadian anak tenggelam di kubangan.

“Jenazahnya langsung dimakamkan kemarin malam di TPU. Saya menghimbau agar orang tua lebih waspada lagi agar kejadian ini tak terulang,” tuturnya, Minggu (20/12/2020).

Mantan Kabag Humas Pemkab Gresik itu juga menghimbau kepada warga yang daerahnya masih tergenang banjir. Pasalnya, luapan Kali Lamong masih menggenangi rumah warga.

“Warga juga lebih ekstra berhati-hati mengingat air banjir belum surut,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar