Peristiwa

AS Lancarkan Operasi Militer Terhadap Pemimpin ISIS

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. [AFP/BBC]

Militer AS melaksanakan operasi terhadap pemimpin kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, lansir media AS.
Klaim tentang penggerebekan terhadap al-Baghdadi belum dikonfirmasi.

Gedung Putih mengatakan, Presiden AS Donald Trump akan memberikan “pernyataan besar” pada hari Minggu, tapi tidak memberikan detail lebih lanjut. Presiden Trump sebelumnya membagikan sebuah twit yang samar-samar, mengatakan: “Satu hal yang sangat penting baru saja terjadi”.

Beberapa pejabat yang dikutip secara anonim oleh berbagai media mengatakan pasukan AS menyasar pemimpin militan itu dalam serangan di barat laut Suriah pada hari Sabtu. Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan khusus operasi setelah mereka menerima “intelijen yang bisa ditindaklanjuti”, lansir Newsweek, mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa operasi memang terjadi, tapi tidak bisa mengonfirmasi spekulasi bahwa Baghdadi telah tewas.
Pemimpin ISIS itu sebelumnya pernah dilaporkan tewas, namun laporan tersebut keliru.

Gedung Putih belum mengonfirmasi bahwa ada operasi yang dilaksanakan, atau dugaan mengenai hasilnya.

Presiden Trump akan menyampaikan pernyataannya pada hari Minggu pukul 09:00 waktu setempat (20:00 WIB).

Sang pemimpin ISIS disebut-sebut sebagai orang paling dicari di seluruh dunia. Pada bulan Oktober 2011, Amerika Serikat secara resmi menetapkan ia sebagai “teroris” dan menawarkan hadiah uang sebesar USD 10 juta (Rp 14 triliun) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematiannya.

Baghdadi punya reputasi sebagai taktisi di medan perang yang sangat terorganisir dan bengis. Ia dilahirkan di dekat Samarra, sebelah utara Baghdad, pada tahun 1971. Nama aslinya adalah Ibrahim Awad al-Badri.

Berbagai laporan menyebutkan ia menjadi imam di sebuah masjid di kota tersebut selama invasi yang dipimpin AS pada 2003. Beberapa kalangan percaya bahwa ia sudah menjadi jihadis militan selama Saddam Hussein berkuasa. Yang lain menduga ia teradikalisasi selama empat tahun ditahan di Camp Bucca, fasilitas AS di Irak selatan tempat banyak komandan al-Qaeda ditahan.

Ia muncul pada tahun 2010 sebagai pemimpin al-Qaeda di Irak, salah satu grup yang melebur dengan ISIS, dan menjadi terkenal dalam upaya merger dengan Front al-Nusra di Suriah.

ISIS merilis video seorang pria yang mengaku sebagai Baghdadi awal tahun ini. Sebelumnya, ia tidak pernah terlihat sejak 2014, ketika dari Mosul ia memproklamirkan penciptaan “kekhalifahan” di wilayah Suriah dan Irak. [BBC/air]





Apa Reaksi Anda?

Komentar