Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Arus Mudik, Dua Kecelakaan Terjadi di Tol Jombang – Mojokerto

Salah satu gerbang tol Jombang - Mojokerto

Jombang (beritajatim.com) – Meski terji peningkatan volume kendaraan di tol Jombang – Mojokerto (Jomo), namun kecelakaan terbilang rendah selama H-7 lebaran. Hingga saat ini masih ada dua kecelakaan yang terjadi di ruas jalan sepanjang 40,5 KM tersebut.

“Memang ada peningkatan volume kendaraan di tol Jombang – Mojokerto, saat ini sehari sebanyak 34 ribu kendaraan. Namun soal kecelakaan lalu lintas sangat rendah. Mulai H-7 hingga saat ini hanya dua kecelakaan,” kata Kepala Departemen Coporate Comunication Astra Tol Jombang – Mojokerto, Udhi Dwi Saputro, Sabtu (30/4/2022).

Udhi mengatakan, dalam situasi hari raya, pemudik yang melewatu jalan tol lebih waspada dan hati-hati dalam mengemudikan kendarannya. Hal itu karena ada peningkatan volume. Kondisi itu berbeda dengan ketika jalur tol sepi kendaraan. Biasanya, lanjut Udhi, pengemudi lebih tidak bisa mengontrol dalam berkendara. Akibatnya, banyak kecelakaan.

Ada berapa titik rawan kecelakaan di tol Jomo? Udhi mengatakan bahwa tidak ada titik rawan secara khusus di tol sepanjang 40,5 KM tersebut. Kecelakaan yang terjadi selama ini lokasinya menyebar. “Tidak ada black spot (titik rawan kecelakaan) di tol Jomo. Selama ini kejadiannya menyebar,” kata Udhi menegaskan.

Namun demikian, Udhi mengimbau agar pemudik selalu hati-hati dalam berkendara. Ketika capek disilakan istirahat di rest area. Udhi juga meminta pemudik tidak memacu kendarannya secara over speed (kecepatan berlebihan). Karena hal itu bisa menyebabkan kecelakaan.

“Roda kendaraan juga harus diperiksa sebelum berangkat. Karena banyak kecelakaan di jalan tol yang disebabkan oleh pecah ban. Kalau capek jangan lupa istirahat di rest area. Kami menyediakan empat rest area. Yaitu Rest Area Teras Melati di KM 695 A, Teras Melati KM 695 B, Teras Dipa KM 678 A dan Teras Dipa di KM 678 B,” pungkas Udhi. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar