Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Arus Balik di Terminal Seloaji, 24.878 Orang Tinggalkan Ponorogo

Kepala Satuan Pelaksana Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Eko Hadi Prasetyo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sepekan lebaran Idulfitri 1443 hijriah sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, sudah kembali ke tempat perantauannya. Data dari terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, sekitar dua puluhan ribu orang melakukan arus balik untuk meninggalkan kota reog.

Puncak arus balik di terminal yang berada di Ponorogo sebelah utara itu terjadi selama 3 hari. Yakni pada tanggal 6 hingga 8 Mei 2022. Dari tiga hari itu, penumpang yang berangkat atau meninggalkan Ponorogo, setiap harinya diatas 4.000 orang.

“Arus balik sudah terlihat sejak H+2 lebaran atau tanggal 4 Mei. Namun, puncak arus baliknya terjadi selama 3 hari, yakni di tanggal 6,7,8 Mei 2022. Tiga hari itu, keberangkatan penumpang diatas 4.000 orang,” kata Kepala Satuan Pelaksana Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Eko Hadi Prasetyo, Senin (9/5/2022).

Mulai H+1 lebaran Idulfitri, total penumpang bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di terminal Seloaji sebanyak 23.500 orang. Dari penumpang bus AKDP itu, tujuan Surabaya dan Malang mendominasi tujuan masyarakat dalam arus balik kali ini.

Sementara untuk penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP), jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya ratusan orang. Dari data puncak arus balik selama tiga hari, yakni tanggal 6 Mei terdapat 447 penumpang bus AKAP, tanggal 7 Mei ada 569 penumpang dan tanggal 8 hanya 362 penumpang saja.

Tujuan bus AKAP itu kebanyakan hanya di daerah Jakarta dan Bogor. Ada untuk jurusan Sumatera, yakni di Bandar Lampung, Jambi dan Pekanbaru, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan untuk tujuan ibu kota Jakarta. Jika ditotal dari bus AKDP dan bus AKAP, penumpang yang melakukan arus balik atau meninggalkan Ponorogo sebanyak 24.878 orang.

“Kalau bus AKDP, mayoritas tujuan Surabaya dan Malang. Sementara untuk AKAP, paling banyak untuk tujuan Jakarta dan Bogor. Untuk tujuan pulau Sumatera ada, namun relatif sedikit. Yakni tujuan Bandar Lampung, Jambi dan Pekanbaru,” katanya.

Eko menambahkan, untuk antisipasi lonjakan penumpang di momen arus mudik maupun arus balik kali ini, pihaknya jauh-jauh hari sudah mengantisipasinya. Yakni dengan menyediakan puluhan armada bus cadangan. Dengan kapasitas bervariasi, mulai dari kapasitas 40 orang, hingga 50 orang.

“Antisipasi lonjakan penumpang di Terminal Seloaji saat momen mudik maupun arus balik kemarin, kami siapkan 60 armada cadangan,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar