Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Arumi Bachsin: Kita Tidak Bisa Melawan Arus

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, banyak merek produk baru yang tumbuh dan berkembang. Digitalisasi bisnis menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

“Pada masa awal pandemi, semua stuck dan memilih survive dulu. Tapi akhirnya kita berpikir harus berdampingan dengan Covid-19, akhirnya beradaptasi,” kata Arumi, dalam acara Road to IDC Jawa Timur bertema Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021).

Pandemi mengubah banyak hal, salah satunya mengubah perilaku konsumen. “Peluang ini cepat ditangkap usaha mikro kecil menengah dan pengusaha, sehingga muncul banyak sekali brand baru dengan kreativitas dan inovasi luar biasa,” kata Arumi.

Produk-produk lokal ini bisa bersaing dengan produk luar negeri. Namun, Arumi mengingatkan, kecintaan terhadap produk lokal bukan hanya harus ditumbuhkan oleh konsumen. “Penyedia barang UMKM harus mulai punya pride,” katanya. Artinya UMKM juga harus menjaga mutu agar tak mengecewakan.

Salah satu pekerjaan rumah UMKM di Jawa Timur adalah menjaga harga agar bisa kompetitif. Ongkos produksi komoditas UMKM harus bisa ditekan agar lebih efisien walaupun itu hasil kerajinan tangan agar bisa lebih murah atau setara dengan produk massal dari luar negeri. “Ini kita cari jalan tengah agar harga tetap efisien walau hand made,” kata Arumi.

Penggunaan teknologi digital juga menjadi keharusan. “Kita tidak bisa melawan arus,” kata Arumi.

Apalagi, potensi ekonomi digital di Indonesia luar biasa. Tahun 2020, nilai ekonomi digital Indonesia Rp 624 triliun dan pada 2025 diperkirakan menjadi Rp 1.726 triliun. Pada 2021, 148,5 juta orang terhubung dengan internet dan menggunakan e-commerce. “Ini peluang luar biasa khususnya bagi UMKM,” kata Arumi.

Saat ini, zaman memasuki era Society 5.0. “Society 5.0 adalah sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia dengan menyeimbangkan kemajuan teknologi dan ekonomi dengan menyelesaikan masalah melalui sstem yang mengintegrasikan dunia maya dan ruang fisik,” kata Arumi.

“Dekranasda punya klinik untuk membantu pengusaha mikro kecil menengah di level manapun untuk bisa paripurna produknya, bisa dijual dan menghasilkan. Ini saat yang tepat mengembangkan karena program pemerintah juga banyak sekali. Fakta yang kita jalani sekarang kita tidak bisa melawan arus. Mau tidak mau kita harus ikuti arus, kita harus belajar mengembangkan diri,” kata Arumi. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar