Peristiwa

Arkeolog: Banjir di Lumajang Rusaknya Tata Ruang di Situs Biting

Lumajang (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang kawasan cagar budaya Situs Biting di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono memang berdampak pada kotornya bangunan sejarah benteng dari lumpur.

Namun, dasyatnya banjir di situs kotaraja Lamajang ini bagian kabar pentingnya menjaga lingkungan dan tata ruang.

“Situs biting itu adalah kotaraja dengan benteng yang ramah untuk air bah,” kata Arkeolog Lumajang, Aries Purwanity pada beritajatim.com, Rabu (3/3/2021).

Masih kata dia, benteng yang mengeliling Dusun Biting I dan II, dulu berdiri kokoh untuk menahan ancaman alam dan musuh. Kalo di lihat struktur bagunan benteng, ada semacam arung untuk mengalihkan aliran air bah.

“Jadi di dalam bangunan benteng itu, ada lubang untuk sirkulasi air,” jelas perempuan lulusan Udayana Bali itu.

Benteng Situs Biting dan Pola Pemukiman kotaraja Lamajang memang dibangun sebagai kawasan ramah terhadap ancaman air. Karena kawasan bekas kotaraja lamajang itu di keliling 3 sungai alam dan 1 sungai buatan.

“Sepertinya ada kerusakan pada aliran sungai dan bangunan benteng oleh alam itu sendiri atau ulah manusia,” terangnya.

Aries juga melihat adanya DAM sungai Bondoyudo dalam mengatur keluar masuk air bisa menjadi penyebab. Karena DAM itu dibangun oleh kolonial belanda untuk kepentingan mengaliri perkebunan tebu.

“Jadi ada perubahan tata ruang pengelolaan air masa Kerajaan Lamajang hingga Kolonial, berdampak saat ini,” pungkasnya. (har/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk