Peristiwa

Arek-arek Malang Kecam Vandalisme Kelompok Anarko-Sindikalisme

Malang (beritajatim.com) – Gabungan sejumlah komunitas di Kota Malang melakukan aksi sosial membersihkan coretan vandalisme oleh kelompok Anarko-Sindikalisme pada peringatan Hari Buruh Internasional, di Kota Malang, Rabu (1/5/2019) kemarin.

Gabungan komunitas ini menamakan dirinya sebagai Arek-arek Malang. Mereka terdiri dari Komunitas Asli Malang, Komunitas Es Teh Anget, Musik Malang Bersatu, Ansor NU dan berbagai komunitas lainnya. Mereka melakukan pengecatan di beberapa bangunan cagar budaya, Kamis (2/5/2019).

Inisiator Arek Malang, Muhammad Faisal mengatakan, tiga lokasi bangunan cagar budaya yang dirusak oleh aksi vandal kelompok Anarko antara lain, Jembatan Kahuripan, Jembatan Mojopahit, dan Gedung Swalayan Avia. Tiga tempat inilah yang mereka cat ulang.

“Yang kami sayangkan adalah coretan itu ditulis di bangunan heritage. Kami mengutuk keras vandalisme di bangunan cagar budaya,” kata Faisal saat melakukan aksi pengecatan.

Faisal mengatakan, bangunan cagar budaya sebagai warisan leluhur wajib dijaga bagi siapa saja yang tinggal di Kota Malang. Dia berpandangan, demonstrasi harus didukung karena membawa kepentingan para buruh. Namun, aksi vandalisme di cagar budaya tidak bisa ditolerir.

“Kalau demo gak masalah itu kepentingan bersama kalau vandal tidak ada manfaatnya. Ketika mereka merusak Kota Malang mereka akan berhadapan dengan kita Arek-arek Malang,” papar Faisal.

Faisal justru menyarankan, ketimbang melakukan aksi vandalisme di bangunan cagar budaya, kelompok Anarko-Sindikalisme sebaiknya gabung bersama Arek Malang untuk mengecat jalan berlubang di sejumlah titik.

Jalan berlubang diberi penanda cat pilox warna putih sebagai penanda agar pengendara jalan tak terjebak jalan berlubang. Bahkan, dia mengingatkan jika kelompok vandalisme ini terus berulah dengan mencoret bangunan cagar budaya. Arek-arek Malang bakal menindak tegas pelakunya.

“Pokoknya jangan dilakukan lagi, kalau sampai dilakukan lagi pasti kasihan. Paling kecil kita suruh cat ulang dari ujung Kota Malang, Arjosari hingga ujung Kota Malang, Gadang. Karena yang tinggal di Malang semua berhak dan wajib menjaga kota ini,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar