Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Apresiasi Museum Digital untuk Sang Maestro Masmundari

Gresik (beritajatim.com) – Damar kurung merupakan salah satu ikon khas seni asal Gresik, Jawa Timur. Berbicara damar kurung tidak lepas dari tokoh penting dibaliknya. Yakni, Masmundari, seorang perempuan yang memiliki dedikasi serta etos kerja yang mempopulerkan damar kurung hingga akhir hayatnya.

Sebagai bentuk apresiasinya terhadap Masmundari. Sekelompok anak muda membuat ide dengan memanfaatkan teknologi menciptakan museum virtual Masmundari.

Direktur Museum Masmundari, Hidayatul Nikmah menuturkan, pembentukan website Masmundari tidak lepas dari etos kerjanya di bidang kesenian. Terlebih lagi, tahun 2017 Kemendikbudristek menetapkan damar kurung sebagai warisan budaya tak benda.

“Damar kurung merupakan seni khas asli Gresik. Dengan adanya museum virtual ini generasi mendatang tetap melestarikan kesenian ini, dan tidak hilang ditelan waktu,” tuturnya, Minggu (28/11/2021).

Dengan medium museum virtual ini, lanjut Hidayatul Nikmah, harapannya dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas terkait karya dan pengarsipan. “Karya lukis damar kurung sangat unik dan berbeda dari lainnya. Karena itu, perlu dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan, sosok almarhum Masmundari tak pernah kenal lelah mengenalkan kesenian khas Gresik kepada masyarakat. Damar Kurung adalah sebuah lampion kayu berbentuk segi empat dengan sudut menyerupai segitiga di bagian atasnya dan keempat sisinya berhiaskan lukisan.

“Saat tradisi padusan damar kurung banyak dijual ke masyarakat. Seni ini sudah dikenal karena pernah dipamerkan di Jakarta. Tugas kami memfasilitasi anak-anak muda yang peduli terhadap seni damar kurang yang diimplementasikan dengan cara memanfaatkan teknologi,” pungkasnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar