Peristiwa

Aplikasi Teman Kuliah dan Bekerja Dirumah Selama Pandemi Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Penyebaran virus Corona saat ini belum menunjukkan pelemahan di negara kita. Beberapa negara masih melakukan antisipasi agar wabah tersebut tidak menyebar semakin luas.
Beberapa negara bahkan sekarang memperpanjang status lockdown bagi negaranya. Saat ini Italia dan Amerika Serikat masih menduduki jumlah pengidap virus Covid-19 paling banyak di Dunia.
Indonesia juga memiliki beberapa pasien untuk penyakit ini sejak awal bulan Maret lalu, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, angka tersebut menjadi tidak berarti.
Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kegiatan pekerjaan dan belajar-mengajar sebaiknya dilakukan di rumah melalui online. Sekolah dan kampus juga telah mengikuti anjuran ini untuk proses belajar dari rumah.
Dan buat sebagian murid sampai dengan mahasiswa juga diwajibkan dan harus mengikuti sejumlah kegiatan belajar-mengajar, tentunya membutuhkan sebuah media untuk tetap bisa menjalankan perkuliahan.
Dosen yang juga Kepala Bagian ICT STIE Perbanas Surabaya, Hariadi Yutanto mengatakan saat ini pihaknya terus mendukung proses perkuliahan yang mau tidak mau juga harus dilakukan dari rumah.
“Untuk itu, kami dan tim  ICT STIE Perbanas Surabaya, sudah merangkum 4 aplikasi yang bisa digunakan untuk tetap bisa berkuliah dari rumah selama pandemic Covid-19,” kata Hariadi Yutanto seperti yang dikutip dalam keterangan persnya, Senin (11/5/2020).
Antok sapaan akrab Hariadi Yutanto menjelaskan untuk aplikasi pertama yang bisa digunakan adalah Zoom Cloud yang merupakan aplikasi meeting online. Layanan ini sudah hadir di platform desktop sejak tahun 2011 dan saat ini bisa digunakan juga bagi pengguna smartphone Android dan iOS.
Aplikasi ini nantinya akan bisa kamu gunakan untuk berkumpul dengan dosen dan rekan-rekan perkuliahan serta berbagi materi yang akan didiskusikan.
Caranya mahasiswa bisa langsung mendownload aplikasi ini di Google Play Store ataupu AppStore untuk smartphone. Dan bagi pengguna laptop, kalian bisa langsung mengunduh melalui mesin pencarian yang kamu gunakan dengan keyword ‘Zoom Cloud Meeting’ atau bisa langsung mengunjungi lama https://zoom.us/.
Jika sudah, kamu bisa langsung membuat terlebih dahulu ID Zoom dengan menggunakan email pribadi. Setelah itu kamu bisa langsung mencari ruang belajar online yang sudah dibuat oleh dosenmu dengan mengklik menu ‘Join’.
Lalu, masukan kode nomer room yang sesuai diberikan oleh pembuat room tersebut. Nantinya, kamu akan bisa terhubung dengan teman-teman langsung ke dalam ruangan yang sama dan melakukan pembelajaran. Zoom dengan akun versi basic dapat memfasilitasi peserta hingga 100 user dan durasi meeting 40 menit untuk sekali meeting, tetapi jika anda upgrade ke versi bisnis, akan banyak value yang bisa anda dapatkan seperti tidak ada batasan waktu 40 menit dan user yang lebih banyak.
Dan untuk aplikasi kedua yang dapat dimanfaatkan selama pandemic Covid-19 adalah Google Meet.  Ditegaskan antok aplikasi online meeting yang difasilitasi oleh Google ini telah memberikan kemudahan untuk berinteraksi dan berbagi informasi dalam media pertemuan online yang menghadirkan beberapa orang dalam satu forum.
Kemudahan aplikasi ini adalah sudah terintegrasi dengan akun Google Mail. Jadi jika anda telah memiliki akun Google, dan ketika anda akses ke email Google anda, maka akan langsung dapat memanfaatkan fitur ini melalui browser internet yang anda gunakan. Anda tidak perlu repot harus men-download dan install aplikasi untuk menggunakannya di laptop. Jika menggunakan smartphone memang harus anda install terlebih dahulu melalui Google Play Store ataupu AppStore.
Dengan menggunakan Google Meet, anda bisa terhubung dengan peserta sebanyak 250 orang, tentunya semua ini diakses melalui G Suite akun anda. G Suite adalah merupakan serangkaian tools, software, dan produk yang dibuat khusus oleh Google untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi.
Di dalamnya, Google memiliki beberapa produk untuk email, pembuatan dokumen, presentasi, kalendar, drive, dan masih banyak lagi. Tersedia 2 jenis G suite, yaitu Basic Plan G Suite dan Business Plan G Suite.
Perbedaannya terletak pada kontrol admin lanjutan untuk drive dan penyimpanan tak terbatas serta fitur tambahan yang dapat anda pilih untuk memudahkan pengelolaan akun anda seperti kebijakan retensi pesan yang tidak terdapat pada akun Basic Plan G Suite dan masih banyak lagi.

Baca Juga:

    Untuk rekomendasi aplikasi ketiga, masih dijelaskan Antok adalah yang nampaknya sudah bukan sesuatu yang baru bagi para penikmat teknologi.
    Seperti yang diketahui Skype merupakan salah satu aplikasi untuk komunikasi yang menampilkan video tatap muka antar penggunanya.Meskipun penggunaan aplikasi ini dapat dinilai menurun, namun jika pada masa karantina yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, tak ada salahnya kalau kita kembali gunakan aplikasi tersebut.
    Sebenarnya, penggunaan Skype ini sudah dilakukan oleh beberapa universitas diluar negeri untuk program perkualiahannya.
    “Dengan menggunakan Skype, kamu bisa terhubung dengan rekan dan dosen hingga 50 orang dalam satu ruangan yang sama.
    Dengan begitu, tentunya proses pemberian materi akan sangat baik dilakukan. Kamu juga bisa melakukan presentasi dengan mudah tanpa harus melakukan pengetikan teks ulang. Yang harus dipastikan dalam penggunaan aplikasi adalah koneksi jaringan yang kuat karena kendala dalam penggunaan Skype adalah koneksi yang mudah terputus,” paparnya.
    Ditambahkan Antok untuk aplikasi terakhir nampaknya adalah sesuatu yang bisa kamu lakukan jika kedua rekomendasi sebelumnya sudah tidak bisa dijalankan.
    Siapa yang tidak menggunakan WhatsApp saat ini, tentunya bagi para mahasiswa aplikasi ini adalah sebuah keharusan pada ponselnya.
    Selain itu, aplikasi ini juga dianggap lebih mudah dan tidak terlalu kompleks dalam pengoprasiannya. Para mahasiswa bisa melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan group chat yang ada di WhatsApp.
    Para mahasiswa tinggal memasukan teman-teman sekelas dan dosen pengajar untuk bisa memberikan materi perkualiahannya. Terkait pelaksanaannya, dosen pengajar bisa menggunakan fitur voice note untuk direkam dan dikirim ke dalam perkumpulan.
    Ada pula fitur grup videocall yang bisa diisi oleh 4 orang anggota grup. Jika memang kurang efektif, proses perkuliahan mau tidak mau harus dilakukan melalui chatting teks.
    “Nah, itu dia rekomendasi yang bisa kita berikan untuk anda yang masih dalam masa proses perkuliahan dan semoga bermanfaat, tetap aktif dan produktif di tengah pandemi Covid-19 ini,” pungkas Antok.[rea/ted]




    Apa Reaksi Anda?

    Komentar