Peristiwa

Gresik Zona Merah Covid-19

Aparat Gabungan TNI-Polri Datangi Kegiatan Dzikir Bersama

Gresik (beritajatim.com) – Aparat gabungan TNI-Polri menghentikan kegiatan dzikir bersama di Pondok Pesantren Nur Muhammad. Tepatnya, di Jalan Proklamasi di tengah Gresik menjadi zona merah merebaknya virus Covid-19.

Petugas datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat, dan langsung mendatangi Pengasuh Pondok Nur Muhammad untuk menyampaikan himbauan kepada seluruh jamaah, terkait larangan mengumpulkan massa untuk melakukan pencegahan penyebaran covid -19.

Petugas gabungan juga memberikan himbauan terkait bahaya, dan penularan wabah virus corona. Setelah melakukan himbauan, petugas pun meminta kegiatan tersebut dibubarkan. Para jamaah diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Terkait dengan larangan ini, Pengasuh Ponpes Nur Muhammad, KH. Nur Muhammad mengaku jika kegiatan doa bersama itu merupakan rutinitas setiap bulan sekali. Tanpa undangan, para jamaah datang dengan sendirinya. “Kami tidak mengundang, tapi mereka jamaah datang sendiri,” ujar Gus Nur sapaan akrabnya.

Saat disinggung adanya larangan mengumpulkan massa. Dirinya mengaku sudah mengetahui informasi itu. Namun, saat informasi itu masuk, jamaahnya sudah terlanjur melakukan perjalanan. Sehingga, perwakilan jamaah dari berbagai daerah itu tiba di lokasi. Kegiatan dzikir bersama pun digelar. “Mulai saat ini kami liburkan sampai menunggu ketentuan dari pemerintah terkait adanya virus Covid-19,” ungkap Nur Muhammad.

Gus Nur sapaan akrabnya juga merespon positif langkah aparat kepolisian dan TNI. Dirinya mendukung penuh upaya pencegahan yang dilakukan oleh kepolisian. “Alhamdulillah ini tadi sudah selesai kegiatannya, bukan dibubarkan,” paparnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, kedatangan aparat ke ponpes tersebut berkat laporan masyarakat. Bahwa terdapat kegiatan pengajian yang melibatkan jamaah cukup banyak.

Setelah dipastikan ke lokasi ternyata benar. Pihaknya pun langsung mendatangi tuan rumah dan para jamaah diberi himbauan tentang bahaya virus covid-19, penularan dan terkait pencegahannya.

“Acaranya bisa selesai dan tuan rumah mempersilahkan para jamaah untuk kembali meninggalkan tempat. Alhamdulillah para jamaah mau meninggalkan lokasi,” katanya.

Alumnus Akpol 2000 itu menambahkan himbauan yang dilakukan atas dasar keselamatan dan kesehatan masyarakat Gresik. “Warga di sekitar lokasi pengajian merasa lega karena kegiatan itu bisa dihentikan, dan saya berpesan untuk warga di Gresik hindari dulu melakukan kegiatan yang melibatkan banyak massa,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar