Peristiwa

Anwar Sadad: New Normal Dianggap Sebagai Kegagalan Pemerintah

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik stasiun MRT Jakarta, Selasa (26/5/2020) Foto: Sekretariat Presiden

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad beranggapan jika konsep new normal yang kini tengah digaungkan merupakan bukti keputusasaan dari Pemerintah. Bahkan, Ia menduga jika ada tekanan kuat dari pengusaha di balik keputusan itu.

“Saya menduga ada tekanan kuat dari pengusaha untuk menormalkan kehidupan ekonomi, karena PSBB ini yang terpukul paling parah adalah para pengusaha, apalagi usaha mereka didanai oleh kredit bank. Masyarakat juga tidak kalah terpukul dengan adanya PSBB, tetapi bangsa kita memiliki modal sosial yang sangat berharga dalam bentuk gotong royong,” kata Sadad, Kamis (28/5/2020).

Politisi Gerindra ini pun mengajak segenap masyarakat saat ini bersatu padu. “New normal artinya berhentilah berharap pada Pemerintah. Ini saatnya membangun kemandirian dengan bekal gotong royong,” katanya.

“Dalam situasi ketiadaan peran Pemerintah, kemandirian itu dapat dibangun dengan mengupayakan ketahanan pangan. Masyarakat harus mulai bisa memanfaatkan lahan yang mereka miliki sekecil dan sesempit apapun untuk memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini beranggapan jika new normal juga berarti masyarakat harus bisa berdamai dengan masalah pandemi ini. “New normal berarti kita harus berdamai dengan ketidaknormalan ini. Rumah sakit berhenti menerima pasien, mobilisasi masyarakat tak terpantau meski diterapkan PSBB, bansos tidak tepat sasaran, itu semua adalah situasi yang tak normal, namun kita dipaksa untuk menganggapnya normal,” pungkasnya.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar