Peristiwa

Antisipasi Tanah Longsor, Ini yang Dilakukan Dandim Pacitan

Pacitan (beritajatim.com) – Ancaman bencana hydrometeorologi yang berujung pada munculnya banjir dan longsor di berbagai daerah, memerlukan satu tindakan nyata guna untuk meminimalisir dampaknya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pacitan. Kawasan ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat ancaman bencana tinggi secara skala prioritas adalah banjir, longsor, dan tsunami. Hal itu memerlukan satu aktifitas nyata guna untuk memitigasinya.

Melihat kondisi tersebut, Dandim 0801/Pacitan Letkol Inf Nuri Wahyudi, bersama berbagai komunitas masyarakat, mulai dari relawan, perangkat desa, karang taruna dan lembaga terkait, coba menggerakkan satu gerakan massal yang nantinya bisa diteruskan oleh kelompok masyarakat seperti relawan.

Gerakan masyarakat yang dicanangkan Dandim salah satunya dengan melakukan penanaman vetiver atau akar wangi. Perlu diketahui, vetiver adalah jenis tumbuhan seperti alang-alang yang bisa mencengkeram tanah untuk menahan erosi, tanah longsor dan abrasi.

“Saya mencanangkan wajib tanam vetiver untuk wilayah Kabupaten Pacitan, karena perlu diketahui bahwa banjir dan longsor sudah ada dan sedang terjadi di depan kita, kalau usaha penanggulangan tidak dilakukan sekarang, mau kapan lagi,” jelas Nuri Wahyudi, Jumat ( 28/02/2020) di Pacitan.

Saat ini, jajaran kodim 0801/Pacitan dengan kelompok masyarakat sedang melakukan penanaman 7.000 vetiver di empat kecamatan, meliputi Pacitan, Tegalombo, Bandar, da Kecamatan Arjosari. “Sekarang bersama relawan Pacitan, juga menanam vetiver di sepadan sungai daerah Pancer Ploso. Bersamaan juga dengan pemerintah daerah yang juga melakukan hal serupa,” imbuh Dandim.

Selain penanaman vetiver oleh Kodim 0801/Pacitan, pemerintah daerah Pacitan juga menggelar acara yang sama, di tanggul Ploso Lingkungan Barean, bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar