Peristiwa

Antisipasi Pemudik, Bahkan Mobil Box pun Turut Diperiksa di Pos Check Poin PPST Mojokerto

Sejumlah pengendaran yang melintas Jalan Raya Trowulan dilakukan skrining. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi masyarakat yang mudik, petugas gabungan yang berada di Pos Check Point Trowulan, Kabupaten Mojokerto melakukan pengecekan khususnya kendaraan luar kota maupun provinsi. Bahkan, mobil box yang diprediksi digunakan untuk mengangkut pemudik tak luput dari pemeriksaan petugas.

Seperti yang dilakukan petugas gabungan di Pos Check Point Pusat Perkulakan Sepatu (PPST) Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5/2020). Petugas melakukan pengecekan sejumlah kendaraan yang melintas jalur propinsi tersebut baik roda dua maupun roda empat. Khususnya kendaraan luar kota dan mobil box.

Perwira Pengendali Regu, AKP Purwanto mengatakan, Pos Check Point PPST digunakan untuk skrining (deteksi dini). “Yakni untuk memeriksa pemudik, jangan sampai penyebar atau carrier mudik ke Mojokerto bawa virus tanpa ada tindakan dari sini. Misal diketahui ada yang suhu tinggi langsung dikarantina 14 hari,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto akan mengambil tindakan agar dilakukan antisipasi dan minimal melalukan isolasi dirinya sendiri. Terkait pemeriksaan sejumlah mobil box, menurutnya lantaran mobil box dicurigai membawa pemudik karena angkutan sudah tidak beroperasi.

“Angkutan mudik seperti bus, kereta api sudah tidak beroperasi atau mengurangi jam. Barangkali pemudik memanfaatkan mobil box untuk mudik tapi sampai saat ini belum ditemukan mobil box digunakan untuk mengakut pemudik, karena arus mudik juga belum terlihat disini. Hanya masyarakat lokal yang lewat,” katanya.

Menurutnya, jika ada pengendara dari sekitar Mojokerto seperti Jombang bisa langsung melanjutkan perjalanan karena bukan pemudik. Namun jika ada dari luar kota akan dilakukan pemeriksaan dan pendataan, apalagi ada suhu badan pemudik yang tinggi maka akan langsung diinformasikan ke wilayah tujuan pemudik tersebut.

“Tujuannya agar puskesmas setempat bisa berkoordinasi dengan pihak desa untuk melakukan pengawasan dan meminta agar melakukan isolasi mandiri. Jika ditemukan ada yang bahaya langsung diarahkan jangan sampai bersosialisasi dengan warga lain ditakutkan ada penularan. Ini dilakukak untuk antisipasi pemudik barangkali ada suhu badan tinggi,” tegasnya.

Ada lima Pos Check Point yang didirikan Polres Mojokerto yakni berada di perbatasan wilayah hukum Polres Mojokerto. Di perbatasan Mojokerto-Jombang yakni Kecamatan Trowulan, perbatasan Surabaya-Mojokerto di exit Tol Penompo, perbatasan Sidoarjo-Mojokerto di Kecamatan Pungging dan perbatasan Pasuruan-Mojokerto di Kecamatan Trawas dan Ngoro. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar