Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Antisipasi Omicron, BPBD Jombang Lakukan Penyemprotan di Area Perkantoran

Sejumlah petugas dari BPBD Jombang melakukan penyemprotan disinfektan di kantor BPKAD, Minggu (13/2/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang melakukan penyemprotan disinfektan di area perkantoran pemkab setempat, Minggu (13/2/2022). Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran varian omicron. Selain itu, juga untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Jombang yang mengalami peningkatan sejak awal Februari.

Ada tiga kantor yang disasar petugas BPBD hari ini. Masing-masing kantor Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), kemudian BKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), serta kantor Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daeah) Kabupaten Jombang.

Sedikitnya empat petugas diterjunkan untuk melakukan penyemprotan tersebut. Mereka membawa alat semprot yang dipanggul di punggung. Lalu menyusuri ruangan-ruangan sembari menyemprotkan cairan pembunuh kuman tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penyemprotan disinfektan di tiga tempat (kantor). Yaitu, kantor Bapenda, BPKAD, serta kantor Bappeda Jombang. Ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi varian omicron. Serta memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Syamsul Bahri.

Syamsul menjelaskan, upaya serupa akan terus dilakukan. Yakni, penyemprotan disinfekton di kantor-kantor lainnya. Diantaranya, kantor Satpol PP, perkantoran di lingkup setkab (sekretariat kabupaten), serta DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). “Penyemprotan di tiga lokasi tersebut kita jadwalkan besok,” lanjutnya.

Syamsul juga mengimbau agar masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes). Karena hal itulah yang bisa memutus rantai penyebaran Covid-19. Prokes yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas. “Ke depan kami juga akan membagikan masker secara gratis,” ujar Syamsul.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Jombang mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) per Sabtu (12/2/2022), terdapat 368 kasus Covid-19 di Jombang. Rinciannya, 112 pasien dirawat di rumah sakit, dan 256 orang isolasi mandiri.

Jumlah itu mengalami peningkatan, karena sehari sebelumnya atau Jumat (11/2/2022), jumlah Covid sebanyak 265 kasus. Dengan rincian, 102 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 164 orang isolasi mandiri. Dengan demikian terdapat penambahan 103 kasus dalam sehari. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar