Peristiwa

Antisipasi Kelangkaan Air, Disperta Ponorogo Akan Tertibkan Pembuatan Sumur

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Ponorogo akan melakukan pendataan terhadap sumur untuk pertanian di desa-desa di wilayah Ponorogo.

Pendataan dilakukan menyusul ada keluhan dari sebagian warga, bahwa banyaknya sumur sibel atau submersible yang menghabiskan jatah tanah dangkal untuk pertanian.

Nah, mereka menduga kondisi tersebut mengakibatkan air untuk rumah tangga juga ikut semakin langka di musim kemarau ini.

”Kami ingin melihat peta kondisi sumur di masing-masing desa. Lewat kelompok tani bekerja sama dengan penyuluh kami akan mendatanya,” kata Plt Kepala Disperta Ponorogo Andi Susetyo, Minggu (27/10/2019).

Setelah memperoleh datanya, kata Andi pihaknya bisa mengetahui kondisi sumur sibel di lapangan. Kemudian bisa dipetakan mana saja sumur masuk kategori sumur dangkal (kedalaman maksimal 30 meter), sumur sedang (kedalaman antara 30–60 meter) dan sumur dalam (kedalam diatas 60 meter).

Karena selama ini, diklaim masyarakat bahwa sumur sibel  kedalamannya hanya mencapai kurang lebih 30 meter.  Andi berharap ke depan, bisa ditertibkan sumur di persawahan. Dimana sumur persawahan harus masuk kategori sumur dalam. Supaya tidak menggangu kondisi air yang kategori sumur dangkal yang ada di pemukiman warga.

”Sehingga ada perbedaan kedalaman ini tidak saling mengganggu, antara kebutuhan air petani dengan kebutuhan air untuk rumah tangga,” katanya.

Langkah kedua yang akan dilakukan, Andi akan menjajaki peraturan desa (perdes) yang mengatur pembuatan sumur ini. Pasalnya menurut informasi, sejumlah desa sudah membuat perdes. Dan Perdes itu dinilai efektif karena tidak ada gesekan antara petani dengan penduduk lainnya.

”Namun sebelum diperdakan, kami akan mengaturnya lewat peraturan bupati (perbup). Sehingga menghidari gesekan antar warga,” pungkasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar