Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Antisipasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Ini Saran Bupati Mojokerto

Rakor Tim P2TP2A Kabupaten Mojokerto di Command Center Pemkab Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam mengantisipasi meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto harus memiliki langkah-langkah yang produktif. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam rapat koordinasi (rakor) Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Rakor diikuti P2TP2A se-kecamatan Kabupaten Mojokerto secara luring dan daring. Rakor digelar di Command Center Pemkab Mojokerto, Selasa (21/6/2022) ini sebagai pencegahan dan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan anak di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan arahan.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2022, Pemkab Mojokerto harus memiliki langkah-langkah yang produktif, agar kinerja dalam memberikan pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan dapat dilaksanakan secara prima dan paripurna,” ungkapnya.

Langkah yang diambil nantinya, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto, tidak cukup koordinasi. Namun bagaimana memberikan pelayanan dengan tetap melakukan berbagai upaya sebenarnya. Sehingga harapannya adalah meminimalisir kasus kekerasan di Kabupaten Mojokerto.

“Kalau kita meniadakan kelihatannya akan sulit sehingga hal yang bisa kita lakukan dan lebih produktif saya kira adalah meminimalisir. Dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun, adanya peningkatan harga minyak mentah yang mengakibatkan kenaikan harga BBM, dan juga adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap inflasi perekonomian dunia,” ujarnya.

Hal tersebut dapat memicu adanya kekerasan perempuan dan anak. Bupati berharap untuk seluruh Tim P2TP2A Kabupaten Mojokerto maupun Tim P2TP2A se-Kecamatan Kabupaten Mojokerto, tetap fokus dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto terutama untuk kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Mojokerto.

Bupati mengapresiasi atas kinerja yang telah dilakukan tim P2TP2A Kabupaten Mojokerto dalam menangani kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Mojokerto. Data DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani oleh P2TP2A Kabupaten Mojokerto tiga tahun terakhir, tahun 2020 terdapat 33 kasus, tahun 2021 ada 24 kasus dan tahun 2022 sampai dengan bulan Mei terdapat 41 kasus. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar